1.392 Personel Dikerahkan untuk Amankan Aksi Buruh di Jakarta
Sebanyak 1.392 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan saat aksi unjuk rasa buruh di Jakarta Pusat hari ini. Para buruh menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 dalam demonstrasi yang diorganisir oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya aksi yang damai dan tidak anarkis.
Aksi unjuk rasa ini diprakarsai oleh Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) dan diikuti oleh berbagai elemen massa lainnya di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Selain itu, Komite Eksekutif Partai Buruh juga bergabung dalam aksi ini untuk menyuarakan tuntutan buruh terkait UMP.
Susatyo menegaskan pentingnya agar aksi berlangsung dengan damai, menghindari tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum. 'Kami juga mengimbau agar aksi dilakukan secara damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas,' tambahnya.
Pendekatan polisi di lokasi demonstrasi adalah humanis, tanpa menggunakan senjata api, demi menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Unjuk rasa ini menyuarakan beberapa tuntutan kunci, seperti penolakan terhadap kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 dan permohonan untuk penerapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) yang lebih layak. Said Iqbal, Presiden KSPI dan Presiden Partai Buruh, menyampaikan bahwa banyak alasan mendasar yang mendukung penolakan ini.
Said Iqbal menjelaskan bahwa biaya hidup di Jakarta seharusnya tidak lebih rendah dibandingkan dengan daerah sekitar. 'Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, menurutnya, tidak seharusnya memiliki biaya hidup yang lebih rendah daripada Jakarta,' papar Iqbal.
Tuntutan ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan hidup layak bagi para buruh di DKI Jakarta.
Kapolres menambahkan bahwa pengaturan arus lalu lintas akan bersifat situasional dan disesuaikan dengan jumlah massa di lapangan. Masyarakat yang ingin melintas di sekitar Monas diharapkan untuk mencari jalur alternatif, mengingat potensi kemacetan yang akan terjadi.
Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus di jalan utama meskipun ada aksi demonstrasi. 'Pengaturan arus lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan,' ujarnya.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengendara selama aksi berlangsung, sesuai dengan imbauan dari pihak kepolisian.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: