BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 17:57 WIB

Kemajuan Pembiayaan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana di Sumatera

Kemajuan Pembiayaan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana di SumateraKemajuan Pembiayaan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana di Sumatera

Pemerintah Indonesia terus memantapkan langkah dalam pengadaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuk warga yang terdampak bencana di Sumatera. Proyek ini menyasar 15 ribu unit rumah dalam waktu tiga bulan dengan melibatkan beberapa kementerian dan lembaga.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa progress pembangunan huntara dan huntap berlangsung sesuai jadwal, dengan harapan 500 unit dapat rampung dalam waktu dekat. Setiap hunian akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai demi kenyamanan penghuni.

Rincian Pembangunan Huntara dan Huntap

Pertemuan pada 27 Desember 2025 memperlihatkan kemajuan perlaksanaan proyek ini, di mana Teddy Indra Wijaya berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai pembangunan. "Malam minggu kemarin, saya berkoordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala BPI Danantara, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di kantor Sekretariat Kabinet," ungkap Teddy.

Dalam rencana, 15 ribu rumah akan dibangun dengan 500 unit pertama ditargetkan selesai minggu ini. Setiap unit dirancang dengan fasilitas sanitasi, air bersih, serta area bermain untuk anak-anak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga merencanakan pembangunan 4.500 hunian sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat yang menjadi lokasi terdampak.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Keterlibatan Kementerian dalam Pembangunan

Kementerian Perumahan telah memulai pembangunan dengan menyelesaikan 2.500 unit hunian tetap di lahan milik BUMN. Proyek tersebut diharapkan dapat memberikan hunian yang layak bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

"Hunian sementara dan hunian tetap ini dibangun dengan beberapa kriteria, yaitu tidak berada di lokasi rawan bencana dan berada dekat dengan akses jalan serta fasilitas umum," kata Teddy menegaskan pentingnya keamanan lokasi.

Di samping itu, pemerintah daerah diharapkan berperan aktif dalam menyediakan lokasi yang memadai dan memberikan pendampingan bagi penghuni huntara dan huntap.

Status Transisi Darurat di Wilayah Sumatera

Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa beberapa daerah di Sumatera telah memasuki fase transisi dari status darurat bencana. "Sejumlah kabupaten/kota telah memutuskan status transisi darurat," ujarnya di Jakarta.

Pratikno menambahkan bahwa proyek ini melibatkan banyak pihak termasuk TNI dan Polri yang siap membantu proses pembangunan. "Huntara dan huntap telah mulai dibangun di berbagai lokasi, dengan pendataan penerima manfaat dan penyiapan lahan yang berkelanjutan," ujar Pratikno menekankan pentingnya koordinasi.

Dengan tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, perhatian juga diberikan untuk memastikan semua aspek pendukung tersedia untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan Pembiayaan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana di Sumatera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!