Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Matcha Berlebihan
Matcha dikenal luas sebagai superfood dengan segudang manfaat, namun konsumsi yang berlebihan bisa berisiko bagi kesehatan. Menyadari efek samping dari matcha adalah langkah penting untuk menjaga pola konsumsi yang aman.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Dari gangguan pencernaan hingga potensi risiko kanker kerongkongan, penting untuk memahami batasan dalam menikmati matcha. Dalam ulasan kali ini, kita akan menelusuri berbagai risiko kesehatan yang dapat timbul akibat konsumsi matcha secara berlebihan.
Matcha adalah jenis teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis dan dikenal dengan karakteristik uniknya. Pembuatannya melibatkan penggilingan daun teh utuh menjadi bubuk halus, sehingga memberikan tubuh akses penuh terhadap semua kandungan nutrisinya.
Proses penanaman matcha juga unik; tanaman dinaungi selama 20-30 hari sebelum panen untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine. Hal ini membuat matcha memiliki rasa dan nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Matcha bisa terkontaminasi oleh logam berat dan pestisida yang mungkin ada di lingkungan tempat tumbuhnya. Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari beberapa daerah tertentu berisiko mengandung zat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, penting untuk memilih produk matcha yang sudah memiliki sertifikasi kualitas. Memastikan produk yang kita konsumsi aman sangat penting untuk mengurangi paparan bahan yang tidak diinginkan.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Konsumsi matcha yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan hati dan ginjal. Menurut ahli gizi Vidhi Chawla, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.' Tingginya kandungan katekin dapat menyebabkan mual dan masalah terkait fungsi organ tersebut.
Selain itu, jika tidak diimbangi, tekanan darah bisa meningkat terutama bagi individu dengan hipertensi. Matcha yang sering dipromosikan untuk kesehatan jantung dapat memberikan efek sebaliknya bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Ibu hamil juga perlu waspada, karena konsumsi kafein dalam matcha dapat berisiko bagi janin. Asupan kafein berlebih selama kehamilan dapat berhubungan dengan beberapa komplikasi serius seperti keguguran.
Dalam beberapa kasus, individu dapat mengalami reaksi alergi terhadap matcha, yang dapat berupa ruam atau sesak napas. Gejala ini perlu diwaspadai dan memerlukan tindakan medis jika terjadi.
Konsumsi minuman panas pada suhu tinggi juga ditemukan terkait dengan risiko kanker kerongkongan. Oleh karena itu, disarankan untuk membiarkan matcha sedikit mendingin sebelum diminum.
Selain itu, tingginya polifenol pada matcha berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual dan diare jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: