BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 21:58 WIB

Waspada Penipuan Menjelang Libur Nataru: Phishing dan Deepfake Meningkat Signifikan

Waspada Penipuan Menjelang Libur Nataru: Phishing dan Deepfake Meningkat SignifikanWaspada Penipuan Menjelang Libur Nataru: Phishing dan Deepfake Meningkat Signifikan

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, peningkatan transaksi menjadi ladang subur bagi para penjahat siber untuk beraksi. Dengan proyeksi belanja mencapai Rp120 triliun, potensi kerugian bagi masyarakat pun menjadi lebih besar.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Alasan Liburan Jadi Momentum Penipuan

Liburan seringkali menjadi waktu di mana orang-orang lebih sibuk berbelanja dan bertransaksi. Hal ini dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melakukan aksi penipuan, termasuk phishing dan penipuan berbasis AI.

Data dari VIDA menunjukkan bahwa selama setahun terakhir, total kerugian akibat penipuan mencapai Rp8,2 triliun, namun hanya 4,76 persen dari dana ini yang berhasil diselamatkan. Dalam periode yang sama, IASC tercatat menerima 373.129 kasus penipuan dengan rata-rata 874 laporan setiap hari.

Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai

Salah satu modus penipuan yang cukup mengkhawatirkan adalah teknik pembobolan akun melalui OTP berbasis SMS. Statistik menunjukkan bahwa 80 persen kasus pembobolan akun terjadi menggunakan metode ini.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Selain itu, penipuan yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan, seperti peniruan suara menggunakan AI Voice Cloning, mengalami lonjakan 1.550 persen. Ini digunakan untuk menipu korban agar mentransfer dana dengan suara yang menyerupai orang terpercaya.

Laporan OJK mencatat bahwa kerugian akibat penipuan, termasuk telepon palsu dan shopping scam, telah melebihi Rp4 triliun. Fenomena ini menunjukkan betapa canggihnya metode yang digunakan oleh para penjahat siber.

Tips untuk Melindungi Diri dari Penipuan

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah pencegahan untuk menjaga keamanan digital, terutama selama masa liburan. Pertama, disarankan untuk menghindari penggunaan Wi-Fi publik saat melakukan transaksi finansial.

Kedua, verifikasi setiap permintaan yang mencurigakan dengan melakukan panggilan kembali menggunakan nomor kontak yang terpercaya. Ini bisa mencegah konsekuensi fatal dari tindakan impulsif.

Ketiga, jangan terpancing pada desakan untuk segera bertindak; pastikan untuk melakukan verifikasi sesuai dengan prosedur resmi sebelum melakukan transaksi.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Penipuan Menjelang Libur Nataru: Phishing dan Deepfake Meningkat Signifikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!