Bahaya Kebiasaan Pagi yang Dapat Mengganggu Kesehatan Ginjal
Kesehatan ginjal dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, terutama di pagi hari. Kebiasaan sepele yang diabaikan ini dapat berdampak serius bagi fungsi ginjal jika tidak diperhatikan dengan baik.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Setelah terjaga dari tidur malam, tubuh menghadapi risiko dehidrasi yang signifikan. Mengonsumsi segelas air putih saat pagi adalah langkah kritis untuk membuang racun serta mendukung fungsi penyaringan ginjal.
Sebuah laporan di jurnal Obesity Facts mengungkapkan bahwa air membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan cara mengencerkan mineral yang bisa mengkristal. Hidrasi yang cukup juga berkontribusi pada penurunan hormon vasopresin, yang berkaitan dengan stres pada ginjal.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kebiasaan menunda pengosongan kandung kemih memiliki dampak yang tidak sepele, termasuk meningkatkan tekanan di kandung kemih serta ginjal. Penelitian dalam Korean Journal of Family Medicine menunjukkan bahwa menahan urin lebih dari tiga jam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, khususnya pada perempuan paruh baya.
Menahan buang air kecil tidak hanya memengaruhi tekanan darah, tetapi juga dapat mengakibatkan lemahnya otot kandung kemih, meningkatkan pertumbuhan bakteri, dan berisiko menyebabkan infeksi saluran kemih yang dapat menyebar ke ginjal.
Mengonsumsi obat pereda nyeri, terutama NSAID seperti ibuprofen, di saat perut kosong dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal. Menurut para ahli nefrologi, penggunaan NSAID dalam jangka panjang tanpa pengawasan dapat menyebabkan cedera ginjal yang serius.
Melewatkan sarapan juga menjadi masalah bagi kesehatan ginjal. Kehilangan asupan makanan yang cukup dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang berisiko memicu konsumsi camilan tidak sehat. Laporan dalam International Journal of Nephrology menyebutkan hubungan antara asupan natrium yang berlebihan dengan progresi penyakit ginjal.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: