BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 10:30 WIB

Fenomena 'Seen Tapi Nggak Dibalas' yang Marak di Era Digital

Fenomena Seen Tapi Nggak Dibalas yang Marak di Era DigitalFenomena 'Seen Tapi Nggak Dibalas' yang Marak di Era Digital

Fenomena 'seen tapi nggak dibales' kini menjadi hal umum di kalangan pengguna aplikasi pesan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan menarik mengenai normalitas perilaku tersebut dalam masyarakat kita.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Berdasarkan penelitian, sekitar 60% pengguna smartphone mengalami situasi di mana pesan yang sudah dibaca tidak mendapatkan balasan. Ini tidak sekadar masalah individu, tetapi mencerminkan dinamika sosial yang lebih kompleks.

Perilaku Komunikasi di Era Digital

Perubahan cara berkomunikasi di era digital sangat terasa. Aplikasi pesan instan membuat interaksi lebih cepat dan praktis, namun juga memperparah jarak emosional antar individu.

Banyak orang kini memilih untuk 'seen' tanpa merasa perlu membalas, yang dapat dilihat sebagai bentuk penghindaran. Fenomena ini menunjukkan individu sering terjebak dalam tekanan sosial yang mengharuskan mereka untuk berkomunikasi tanpa menganggung beban.

Menurut Dr. Andi Prabowo, seorang pakar komunikasi, perilaku ini mencerminkan keinginan untuk menghindari kewajiban komunikasi sambil tetap terhubung secara nominal.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Dampak Psikologis dari 'Seen' Tanpa Balas

Fakta menunjukkan bahwa perilaku 'seen tapi nggak dibales' dapat memengaruhi kesehatan mental. Penerima pesan sering kali merasakan kecemasan dan kekecewaan ketika pesan mereka tidak mendapatkan respon.

Dr. Maria Setiawati, seorang psikolog, menegaskan, 'Keterasingan dalam komunikasi digital ini dapat menimbulkan dampak psikologis yang cukup serius, termasuk rasa tidak dihargai.'

Dampak jangka panjang dari fenomena ini bisa mengakibatkan hubungan interpersonal yang semakin renggang. Ketidakjelasan dalam komunikasi seringkali menghasilkan kebingungan dan ketidakpastian antara para pihak.

Mengapa Budaya Ini Meningkat?

Meningkatnya budaya 'seen tapi nggak dibales' dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah overload informasi, di mana banyak pesan yang masuk membuat orang merasa tidak mampu untuk merespons semua.

Survei terbaru juga menunjukkan bahwa 72% responden merasa lebih nyaman mengabaikan pesan ketika mereka sibuk atau tidak memiliki waktu untuk membaca dengan seksama.

Budaya ini mulai mendapatkan legitimasi dalam lingkungan sosial yang lebih luas, di mana banyak individu menganggap perilaku ini sebagai norma baru dalam komunikasi.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena 'Seen Tapi Nggak Dibalas' yang Marak di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!