BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 15:55 WIB

Memahami Kecenderungan Merenung di Tahun Baru: Sebuah Tinjauan Psikologis

Memahami Kecenderungan Merenung di Tahun Baru: Sebuah Tinjauan PsikologisMemahami Kecenderungan Merenung di Tahun Baru: Sebuah Tinjauan Psikologis

Tahun baru sering menjadi momen refleksi bagi banyak orang, menghadirkan pertanyaan tentang pencapaian dan harapan di masa depan.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Namun, perenungan ini terkadang berpotensi memicu overthinking, sebuah kondisi yang memiliki penjelasan psikologis mendalam.

Tekanan Resolusi dan Perbandingan Sosial

Hari-hari menjelang tahun baru adalah saat di mana banyak orang merasa tekanan untuk merumuskan resolusi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Harapan tinggi ini sering kali bertentangan dengan kenyataan, menimbulkan kecemasan dan kebingungan.

Psikolog menjelaskan fenomena ini sebagai 'perbandingan sosial'; di mana individu merasa perlu membandingkan pencapaian mereka dengan orang lain. Ketika melihat kesuksesan teman-teman atau rekan kerja, muncul perasaan 'tidak cukup' yang memicu overthinking.

Kondisi ini dapat semakin rumit ketika orang menyaksikan pencapaian orang lain di media sosial, yang seringkali tampak lebih glamor dan menarik. Hal ini dapat meningkatkan rasa ketidakpuasan terhadap diri sendiri.

Seiring berjalannya waktu, perbandingan ini merangsang siklus pikiran negatif yang sulit dihentikan, membuat individu lebih mendalam dalam overthinking.

Refleksi Diri dan Dampak Negatifnya

Di balik suasana merayakan tahun baru, terdapat keinginan untuk melakukan refleksi mendalam tentang pencapaian hidup. Proses ini seringkali membuat seseorang meyakini bahwa mereka harus merenungkan semua hal yang telah dicapai.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Memikirkan segala hal yang belum tercapai dapat menyulut siklus negatif, di mana individu merasa terjebak dalam keraguan dan ketidakpuasan. Pikiran ini tidak hanya melemahkan semangat, tetapi juga memperkuat sifat overthinking.

Banyak orang juga menjadi korban komentar tidak langsung atau masukan yang tidak diinginkan dari orang sekitar. Hal-hal ini dapat menambah beban pikiran dan menurunkan kepercayaan diri.

Terlebih lagi, sifat reflektif yang berlebihan dapat menciptakan rasa ketidakberdayaan, dan ini sangat mengganggu kesejahteraan kesehatan mental.

Strategi Mengelola Overthinking Jelang Tahun Baru

Untuk menangkal overthinking, penting untuk menetapkan resolusi yang lebih realistis. Sebaliknya dari memikirkan semuanya sekaligus, individu disarankan untuk fokus pada satu atau dua tujuan yang bisa diraih secara bertahap.

Praktik mindfulness juga menjadi strategi efektif yang patut dicoba. Kegiatan ini membantu menjaga fokus pada saat ini, mengurangi efek dari pikiran negatif yang merugikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Kecenderungan Merenung di Tahun Baru: Sebuah Tinjauan Psikologis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!