Maskapai Penerbangan dengan Keterlambatan Terbesar di Tahun 2025
Berdasarkan analisis terbaru dari aplikasi perjalanan Flighty, publikasi tahun 2025 mengungkapkan maskapai-maskapai dengan tingkat keterlambatan tertinggi di dunia. Ryanair dari Irlandia mencatatkan diri sebagai yang paling sering mengalami keterlambatan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Data tersebut diambil dari sekitar 22 juta penerbangan yang dilaporkan selama setahun, menunjukkan bahwa penumpang harus menunggu tambahan waktu hingga 1,4 juta jam secara keseluruhan.
Flighty Global Passport Report 2025 memuat hasil analisis menyeluruh yang mencakup data penerbangan dari pengguna selama setahun penuh. Jumlah keterlambatan ini, yang diumpamakan, setara dengan tambahan 14 menit per penerbangan.
Selain menyoroti keterlambatan Ryanair, laporan ini juga menunjukkan dampak besar yang dirasakan oleh penumpang di seluruh dunia akibat kondisi ini.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Maskapai Eropa seperti Air France dan easyJet turut mencatatkan tingkat keterlambatan yang signifikan di samping Ryanair. Di belahan lain, Frontier Airlines menjadi maskapai dengan keterlambatan paling tinggi di Amerika Serikat.
Melengkapi daftar tersebut, JetBlue Airways dan Southwest Airlines juga mengalami jumlah keterlambatan yang cukup mencolok, yang menunjukkan tantangan dalam operasional penerbangan di kedua wilayah.
Meskipun Ryanair mendominasi daftar, performa maskapai Qantas dari Australia menarik perhatian. Qantas tercatat di peringkat keenam dengan 26 persen penerbangannya mengalami keterlambatan.
Namun, data dari Official Aviation Guide (OAG) memperlihatkan perbedaan, menempatkan Qantas di peringkat ke-20 dunia untuk ketepatan waktu pada November 2025 dengan tingkat keterlambatan kurang dari 75 persen.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: