Pembajakan Besar di Spotify: 86 Juta Lagu dan Data 300 Terabyte Terlibat
Spotify baru saja mengalami insiden pembajakan besar yang mengancam keamanan data pustaka musik mereka.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Kelompok yang dikenal dengan nama Anna’s Archive telah mengklaim mengakses dan menyalin ratusan juta metadata lagu serta puluhan juta file audio.
Pembajakan ini terungkap melalui blog Anna's Archive, yang mengklaim telah mengumpulkan sekitar 256 juta baris metadata dan 86 juta file audio.
Saat ini, hanya metadata lagu yang telah dirilis ke publik, sedangkan file audio penuh belum disebarluaskan.
Data yang terancam ini memiliki total ukuran sekitar 300 terabyte, yang direncanakan akan didistribusikan melalui jaringan peer-to-peer (P2P) dalam bentuk torrent.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Spotify telah mengonfirmasi adanya akses ilegal dan mengakui bahwa tindakan scraping telah dilakukan terhadap metadata publik.
Seorang juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa pihak ketiga menggunakan metode ilegal untuk menembus perlindungan DRM dan mengakses beberapa file audio.
Sebagai respons, Spotify telah menonaktifkan akun-akun yang terlibat dan berkomitmen untuk memperkuat keamanan sistem mereka.
Insiden ini menarik perhatian banyak pihak mengenai potensi risiko dari data yang berhasil diakses.
Yoav Zimmerman, CEO startup legal-tech Third Chair, menyatakan bahwa informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat layanan mirip 'Spotify gratis'.
Meski Spotify memiliki katalog lebih banyak dari yang dibajak, kekhawatiran tentang perlindungan hak cipta artis tetap mengemuka.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: