Pemerintah Siapkan Rp2 Triliun untuk Dorong Sektor Tekstil dan Furnitur
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan alokasi dana Rp2 triliun untuk industri tekstil dan furnitur di Indonesia.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dana ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Purbaya mengungkapkan bahwa industri tekstil dan furnitur sebelumnya telah mengajukan kebutuhan modal mencapai Rp16 triliun.
Meskipun pemerintah memiliki kapasitas anggaran terbatas sebesar Rp200 miliar, mereka berhasil mengamankan dana yang jauh lebih besar.
"Sekarang kita siapkan Rp2 triliun untuk tadi perusahaan tekstil maupun furniture," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada Selasa (23/12/2025).
Skema pembiayaan ini menawarkan suku bunga kompetitif sebesar 6 persen, diharapkan memudahkan pelaku usaha mendapatkan modal.
Ketentuan utama untuk mengakses dana mencakup suku bunga tetap sebesar 6 persen dan penyaluran melalui LPEI.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Kredit ditujukan khusus bagi perusahaan di sektor tekstil dan furnitur yang berbasis ekspor.
"Jadi mereka bisa datang ke LPEI, bunganya 6 persen. Itu yang saya janjikan ke mereka, sudah bisa mereka datang ke LPEI-nya," jelas Purbaya.
Pemberian dana ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi masalah permodalan yang sering menghambat produktivitas sektor manufaktur.
Dengan alokasi Rp2 triliun, pengusaha kini dapat mengajukan permohonan kredit langsung ke kantor LPEI.
Hal ini diharapkan dapat mendukung aktivitas operasional dan ekspansi pasar internasional di tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: