Mendagri Tekankan Mobilisasi Cepat untuk Penanganan Bencana di Aceh Tamiang
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan urgensi penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Ia mengungkapkan bahwa perhatian khusus diperlukan untuk mengatasi kondisi yang sangat memprihatinkan di wilayah ini.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Banjir dan longsor yang melanda akibat curah hujan tinggi dan deforestasi masif telah mengakibatkan kerusakan serupa di tiga provinsi termasuk Aceh. Menurut Tito, dampak kerusakan di Aceh Tamiang terlihat dengan jelas saat diobservasi dari udara.
Sejak bencana terjadi, instruksi mobilisasi nasional langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Mobilisasi ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan setiap kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak bencana. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian yang lebih terhadap Aceh Tamiang.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya ketersediaan cadangan beras nasional untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak. Daerah yang terkena bencana diizinkan mengakses cadangan beras Bulog tanpa batas, asalkan ada permintaan resmi dari kepala daerah.
Tito menjelaskan, 'Sepanjang untuk kepentingan bencana itu dapat dikeluarkan tanpa biaya. Ini bukan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dijual murah. Bukan, ini tanpa biaya, gratis berapa pun juga diminta asal bisa dipertanggungjawabkan.'
Tito juga menekankan pentingnya pembersihan lumpur dari fasilitas umum dan perumahan sebagai langkah prioritas. Ia berusaha agar kehadiran negara diAceh Tamiang terasa nyata melalui kolaborasi dengan semua pihak terkait.
Ia menegaskan, 'Pembersihan ini nomor satu menurut saya, pembersihan ini dari lumpur-lumpur ini.' Selain itu, Tito meminta pemda untuk segera melakukan pendataan kerusakan secara rinci agar proses penyaluran bantuan bisa lebih efisien.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: