BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:23 WIB

Gus Yahya Menjawab Tuduhan dan Klarifikasi Pengelolaan PBNU

Gus Yahya Menjawab Tuduhan dan Klarifikasi Pengelolaan PBNUGus Yahya Menjawab Tuduhan dan Klarifikasi Pengelolaan PBNU

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, memberikan klarifikasi menyeluruh terkait berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya, termasuk dalam pengelolaan Akademi Kepemimpinan Nasional NU dan isu pencucian uang.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Dalam penjelasannya di Jakarta, Gus Yahya menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di dalam organisasi serta merespons isu-isu yang santer beredar di publik.

Klarifikasi Mengenai Akademi Kepemimpinan Nasional NU

Gus Yahya menjelaskan bahwa Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN-NU) merupakan jenjang tertinggi dalam kaderisasi untuk membentuk kepemimpinan berkualitas di NU. Proses persiapan akademi ini melibatkan berbagai stakeholder dan hasil rapat pleno PBNU pada Juli 2024.

Dalam memastikan relevansi materi, Gus Yahya telah berkonsultasi dengan Rais Aam KH Miftachul Akhyar mengenai kurikulum dan posisi narasumber. Ini menunjukkan komitmen PBNU dalam memperhatikan setiap aspek pengembangan kader.

Ia mencatat bahwa kehadiran Peter Berkowitz sebagai narasumber terjadi secara kebetulan dan tidak ada pengetahuan awal tentang afiliasinya dengan gerakan pro-Israel. Gus Yahya menegaskan, "Peter Berkowitz kami undang semata-mata karena keahlian dan pengalamannya yang diakui secara internasional di bidang Hak Asasi Universal."

Selain itu, ia memastikan bahwa materi kuliah yang diberikan tidak mengangkat isu Israel-Palestina, dan semua ceramah dapat diverifikasi melalui rekaman lengkap.

Tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Menanggapi tuduhan bahwa ia menggunakan dana sebesar 100 Miliar Rupiah untuk kepentingan pribadi, Gus Yahya menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Beliau menegaskan, "Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan ini tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya."

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Gus Yahya menjelaskan bahwa dana tersebut awalnya ditransfer ke rekening PBNU oleh Bendahara Umum saat itu, Mardani H. Maming, untuk operasional organisasi. Ia mengungkapkan, "Hasil komunikasi tersebut menunjukkan bahwa sebagian dari dana itu adalah sumbangan dari Saudara Maming untuk operasional PBNU sebesar 20 Miliar Rupiah."

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel, siap memberikan penjelasan rinci kepada pihak yang berkepentingan. Mengenai tuduhan tentang potensi TPPU, Gus Yahya yakin bahwa isu tersebut tidak berdasar.

Lebih jauh, pengelolaan keuangan PBNU telah menerapkan sistem yang transparan dan akuntabel sejak awal masa kepemimpinannya.

Klarifikasi Konsesi Tambang dan Keabsahan Jabatan

Gus Yahya memberikan penjelasan tentang konsesi tambang yang sempat memicu kontroversi, di mana ia dituduh akan mengalihkan pengelolaan kepada investor lain berdasarkan arahan Presiden. Ia menegaskan, "Tuduhan ini tidak sesuai dengan kenyataan," dan menjelaskan bahwa PBNU terikat kontrak dengan investor yang diizinkan pemerintah.

Dalam diskusi dengan Presiden Prabowo, Gus Yahya diinstruksikan untuk mempercepat pengelolaan konsesi tambang agar memberi manfaat bagi organisasi dan masyarakat. Ia menegaskan, "Upaya saya adalah memohon arahan dan dukungan Presiden Prabowo untuk mengakselerasi proses perizinan hingga produksinya."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gus Yahya Menjawab Tuduhan dan Klarifikasi Pengelolaan PBNU

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!