Inisiatif Jakarta untuk Membantu Petani Aceh Melalui Distribusi Cabai
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah nyata untuk mendukung masyarakat Aceh yang terdampak bencana dengan mendistribusikan cabai hasil pertanian dari daerah tersebut ke pasar-pasar di Jakarta.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian pascabencana serta memenuhi kebutuhan pangan di Ibu Kota.
Di tengah upaya pemulihan wilayah Sumatera pascabencana banjir dan longsor, Pemprov DKI Jakarta memperkuat solidaritas kepada masyarakat Aceh. Melalui Perumda Pasar Jaya, pemerintah melakukan pembelian langsung cabai Aceh untuk didistribusikan ke pasar tradisional di Jakarta.
Inisiatif ini dimulai dengan pembelian sebanyak 1,4 ton cabai yang disalurkan ke berbagai gerai Perumda Pasar Jaya. Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya menjaga pasokan dan harga cabai di Jakarta tetapi juga memberikan akses pasar bagi petani Aceh yang terkena dampak bencana.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa pembelian cabai dari Aceh merupakan langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi pascabencana. Sebelum distribusi, pemerintah telah memulai pengambilan cabai dan mempersiapkan kontrak pertanian dengan petani setempat.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Rano Karno juga menjelaskan bahwa Jakarta memiliki kebutuhan sekitar 120 ton cabai setiap hari. Hal ini memberikan kesempatan bagi daerah penghasil cabai seperti Aceh untuk berkontribusi dalam rantai pasok jangka panjang di Ibu Kota.
“Jadi bayangkan teman-teman, kebutuhan cabai Jakarta setiap hari 120 ton. Luar biasa potensinya,” ungkap Rano dengan optimis. Ia berharap distribusi cabai ini bisa mendukung pemulihan ekonomi warga Aceh yang terkena dampak bencana.
Dalam diskusi yang lebih lanjut, Rano menekankan bahwa kualitas cabai dari Aceh dinilai sangat baik dengan harga jual yang lebih terjangkau dibandingkan cabai dari daerah lain.
Pasar murah cabai asal Aceh menerima respons positif dari masyarakat Jakarta. Banyak orang antusias membeli cabai dengan harga lebih rendah di tengah pergeseran harga kebutuhan pokok yang meningkat.
Seorang warga bernama Dewi mengungkapkan pengalamannya saat mengunjungi Pasar Senen. Ia tidak sengaja menemukan pasar murah dan merasa senang dengan harga cabai sebesar Rp 20.000 per 500 gram, yang jauh lebih murah dibandingkan harga di daerah asalnya.
“Saya dari Karawang lagi mau beli obat di sini, terus mau main ke saudara, eh ada pasar murah, cabai murah, ya lumayan banget,” ujar Dewi saat ditemui di lokasi.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: