BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 12:36 WIB

Kemajuan Kesepakatan Perdagangan Indonesia dan AS Menuju Penandatanganan Resmi

Kemajuan Kesepakatan Perdagangan Indonesia dan AS Menuju Penandatanganan ResmiKemajuan Kesepakatan Perdagangan Indonesia dan AS Menuju Penandatanganan Resmi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Kesepakatan ini diharapkan akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump sebelum akhir Januari 2026.

Pengumuman Kesepakatan Perdagangan

Dalam konferensi pers virtual di Washington pada 23 Desember 2025, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa semua isu substansi terkait Agreement on Reciprocal Trade (ART) telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Airlangga menegaskan, 'Seluruh isu substansi yang telah diatur dalam dokumen ART sudah dapat disepakati kedua belah pihak baik isu-isu utama maupun isu teknis yang akan diselesaikan.'

Dia juga menyebutkan hasil pertemuannya dengan Jamieson Greer, Ambassador United States Trade Representative (USTR), yang menetapkan tenggat waktu teknis terkait tarif dagang.

Rencana Pertemuan Para Pemimpin

Pertemuan tim teknis dari Indonesia dan AS direncanakan akan berlangsung pada minggu kedua Januari 2026 untuk menyelesaikan dokumen kesepakatan.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Airlangga menjelaskan, 'Saat ini pihak AS sedang mengatur waktu yang tepat untuk rencana pertemuan antara kedua pemimpin tersebut.'

Dokumen kesepakatan diharapkan dapat ditandatangani secara resmi setelah seluruh proses teknis diselesaikan.

Dampak Kesepakatan bagi Industri Indonesia

Kesepakatan yang diraih ini melanjutkan kesepakatan sebelumnya yang menurunkan tarif untuk Indonesia dari 32% menjadi 19%.

Indonesia juga mendapatkan pengecualian tarif untuk produk unggulan ekspor seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao.

Airlangga menegaskan, 'Tentu ini menjadi kabar yang baik terutama bagi industri Indonesia yang terdampak langsung kebijakan tarif.'

Langkah ini diharapkan dapat mendukung sektor industri di Indonesia, mempertahankan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemajuan Kesepakatan Perdagangan Indonesia dan AS Menuju Penandatanganan Resmi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!