BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 14:40 WIB

Waspadai Gejala Kelebihan Konsumsi Gula yang Merugikan Kesehatan

Waspadai Gejala Kelebihan Konsumsi Gula yang Merugikan KesehatanWaspadai Gejala Kelebihan Konsumsi Gula yang Merugikan Kesehatan

Kelebihan konsumsi gula kini menjadi isu serius bagi kesehatan masyarakat. Berbagai gejala fisik dan emosional muncul sebagai dampak dari kebiasaan konsumsi gula yang berlebihan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Ahli kesehatan menyarankan untuk mengenali tanda-tanda tersebut sebagai langkah preventif untuk menghindari komplikasi kesehatan jangka panjang. Menerapkan pola makan sehat dianggap bisa membantu meminimalkan risiko yang ada.

Gejala Fisik dari Kelebihan Gula

Dokter Lela Ahleman, seorang spesialis di bidang dermatologi, flebologi, dan pengobatan gizi, mengungkapkan bahwa ada lima gejala utama yang perlu diperhatikan terkait konsumsi gula berlebih. Salah satunya adalah penambahan berat badan serta rasa lapar yang terus menerus.

Kelebihan gula berkontribusi pada peningkatan berat badan yang pesat karena gula memiliki kepadatan kalori yang tinggi. Dr. Ahleman menjelaskan, 'Ketika Anda selalu lapar, Anda akhirnya makan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.'

Gejala lainnya termasuk munculnya masalah kulit seperti jerawat. Menurut Dr. Ahleman, kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) yang meningkat akibat konsumsi gula dapat menyebabkan penyumbatan kelenjar sebaceous, yang berujung pada jerawat.

Ia menambahkan, 'Bersama dengan insulin, IGF-1 merangsang kelenjar sebaceous dan keratinisasi berlebihan di area sebaceous, yang menyebabkan kelenjar tersebut tersumbat, sehingga menimbulkan jerawat dan peradangan.'

Dampak Emosional dan Kekebalan Tubuh

Konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu perubahan suasana hati yang signifikan. Dr. Ahleman menjelaskan bahwa lonjakan glukosa dalam darah dapat memicu pelepasan insulin yang cepat, yang mengarah pada kondisi hipoglikmia dan keinginan makan yang kuat.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Kondisi ini, lanjutnya, dapat memengaruhi suasana hati dan menyebabkan seseorang menjadi mudah marah. 'Ini disebut hipoglikmia, yang kemudian menyebabkan keinginan makan yang kuat. Pada beberapa orang, hal ini juga menyebabkan perubahan suasana hati dan mudah marah.'

Selain itu, dampak lain yang mungkin terjadi adalah sistem kekebalan tubuh yang melemah. Dr. Ahleman menekankan, 'Biasanya, gula diserap oleh tubuh melalui usus kecil. Namun, jika jumlah gula sederhana yang dikonsumsi melebihi kapasitas usus kecil kita, maka gula tersebut akan berakhir di usus besar.'

Kelebihan gula yang sampai di usus besar dapat memengaruhi keseimbangan mikroba dalam sistem pencernaan, mengakibatkan peradangan yang dapat mempercepat penuaan serta melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Ahleman.

Pengaruh Gula Terhadap Kualitas Kulit dan Penuaan

Gula juga memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas kulit kita. Dr. Ahleman menjelaskan, 'Secara ilmiah, konsumsi gula yang tinggi menyebabkan pembentukan produk akhir glikasi lanjut atau Advanced Glycation End Products (AGEs), yang merusak serat kolagen.'

Kelebihan AGEs dalam tubuh dapat membuat serat kolagen menjadi kaku dan rapuh. 'Ketika terlalu banyak AGEs, serat kolagen kita menjadi kaku, rapuh, dan mengalami degenerasi,' ungkap Dr. Ahleman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspadai Gejala Kelebihan Konsumsi Gula yang Merugikan Kesehatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!