BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 13:01 WIB

Peringatan Kemenkes: Waspadai Leptospirosis Pascabencana

Peringatan Kemenkes: Waspadai Leptospirosis PascabencanaPeringatan Kemenkes: Waspadai Leptospirosis Pascabencana

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan untuk pengawasan leptospirosis, terutama setelah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak mendapatkan penanganan segera, sebab gejala awalnya mirip dengan demam biasa.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa leptospirosis sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal. "Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berat hingga kematian" jika tidak ditangani dengan cepat.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan biasanya ditularkan melalui urin hewan terinfeksi, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui air, lumpur, tanah, atau makanan yang terkontaminasi, yang sering ditemukan di lingkungan setelah bencana.

Kemenkes menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, karena sanitasi yang buruk dan meningkatnya populasi tikus pascabencana memicu peningkatan risiko penularan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menggunakan peralatan pelindung saat beraktivitas di area yang terkontaminasi.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Gejala dan Tindakan yang Perlu Diambil

Gejala awal dari leptospirosis umumnya ringan dan menyerupai demam biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mata merah. Murti Utami menghimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala tersebut, terutama setelah terpapar air banjir atau lumpur.

"Jangan menunggu sampai kondisi memburuk," tegasnya. Masyarakat sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan saat mengalami gejala ini untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.

Strategi Pencegahan dan Penanganan

Kementerian Kesehatan juga meminta agar fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan dengan menjadikan leptospirosis sebagai salah satu diagnosis banding untuk kasus demam akut. Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis yang dapat meningkatkan angka kesakitan.

Penguatan surveilans penyakit juga menjadi perhatian utama, dengan Dinas Kesehatan di daerah diminta untuk memantau tren kasus dengan cepat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat masyarakat harus menjadi langkah pencegahan yang diutamakan.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peringatan Kemenkes: Waspadai Leptospirosis Pascabencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!