Insiden Teror di Pemakaman Muslim Narellan Setelah Penembakan Bondi
Sebuah pemakaman Muslim di Narellan, barat daya Sydney, Australia, mengalami insiden buruk dengan ditemukannya kepala babi pada hari Senin (15/12), menyusul penembakan massal yang terjadi sehari sebelumnya di Pantai Bondi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Kejadian ini disebut menambah derita bagi komunitas yang sudah rentan akibat kekerasan, menjelang perayaan Hanukkah.
Kepala babi beserta potongan tubuh lainnya ditemukan berserakan di pemakaman pada hari Senin pagi. Media lokal, news.com.au, melaporkan bahwa temuan tersebut terjadi dekat deretan makam.
Polisi menerima laporan mengenai insiden ini pada pukul 06.00 waktu setempat. Menurut keterangan pihak kepolisian, kepala babi tersebut ditemukan di pintu masuk pemakaman di Richardson Road.
“Petugas tiba di lokasi dan menemukan beberapa kepala babi di tempat kejadian. Polisi segera memulai penyelidikan atas insiden tersebut,” ujar pernyataan resmi dari kepolisian.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Penembakan massal di Pantai Bondi terjadi pada hari yang sama dan menewaskan 16 orang, termasuk seorang gadis berusia 10 tahun dan seorang pria berusia 40 tahun.
Lebih dari 40 orang juga dinyatakan terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit. Pelaku penembakan, Naveed Akram (24) dan ayahnya, Sajid Akram (50), diketahui sebagai pelaku aksi kekerasan ini.
Polisi melaporkan bahwa satu pelaku tewas di lokasi kejadian sementara pelaku lainnya mengalami luka kritis. Kasus ini dinyatakan sebagai aksi terorisme.
Insiden teror ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas Muslim di Australia. Simbol-simbol kebencian seperti kepala babi menunjukkan tantangan dalam menjaga kerukunan antaragama.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa kepala-kepala babi tersebut telah disingkirkan dan dibuang dengan cara yang sesuai. “Kepala-kepala babi tersebut telah disingkirkan dan dibuang dengan cara yang sesuai,” tutup pernyataan kepolisian.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan intoleransi ini.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: