Mengatasi Ngantuk Saat Berkendara: Penyebab dan Solusi Efektif
Mengantuk saat berkendara di jalan tol menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan beruntun, yang sering kali tidak disadari oleh banyak pengemudi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Fenomena yang disebut highway hypnosis dapat mengakibatkan hilangnya fokus tanpa disadari, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Menurut Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengantuk saat berkendara dapat muncul dari berbagai faktor, termasuk rasa bosan, kelelahan fisik, dan kondisi kesehatan pengemudi.
"Ngantuk itu banyak macam. Ada karena monoton (melihat jalan), keletihan, ada juga karena sakit," kata Jusri.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan dan beristirahat secara teratur.
Istirahat yang tepat sangat dianjurkan, terutama setiap dua jam perjalanan.
Jusri mengingatkan bahwa pengemudi sebaiknya membatasi waktu akumulasi berkendara, dengan tidak mengemudikan kendaraan lebih dari 10 jam dalam satu hari.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Jika tidak, ada risiko meningkatnya kejadian micro sleep yang dapat berujung pada kecelakaan.
Selain itu, kualitas tidur saat beristirahat juga sangat penting. Istirahat yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara tidur sejenak tanpa gangguan.
"Tidur adalah istirahat terbaik, dan tidak ada istirahat yang berkualitas melebihi tidur," tambahnya.
Jusri juga menjelaskan tentang fenomena highway hypnosis, di mana pengemudi masih membuka mata dan memegang setir, tetapi kehilangan fokus.
"Highway hypnosis itu kayak roll film yang tiba-tiba ada bagian putus. Pengemudi sadar-sadar langsung ngerem karena kaget lihat lampu rem mobil di depan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: