Penembakan Massal di Pantai Bondi: Ayah dan Anak Identitas Pelaku
Dua pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, yang menyebabkan 15 orang tewas, telah diidentifikasi sebagai ayah dan anak asal Pakistan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Sajid Akram, 50 tahun, dan putranya, Naveed Akram, 24 tahun, terlibat dalam insiden tragis ini yang dikategorikan sebagai serangan teroris pada malam perayaan Hanukkah.
Penembakan terjadi pada Minggu malam, saat lebih dari 1.000 orang menghadiri perayaan Hanukkah di Pantai Bondi.
Saksi mata melaporkan bahwa serangan berlangsung selama sekitar 10 menit, menciptakan kepanikan di kawasan yang ramai tersebut.
Polisi New South Wales mengonfirmasi bahwa Sajid Akram ditembak mati dalam upaya penangkapan, sementara putranya, Naveed Akram, terluka berat dan saat ini dalam perawatan medis.
Insiden ini tercatat sebagai salah satu penembakan paling mematikan dalam sejarah Australia hampir tiga dekade terakhir, meskipun negara ini dikenal dengan undang-undang pengendalian senjata yang ketat.
Sajid dan Naveed Akram dilaporkan merupakan warga negara Pakistan yang tinggal di Australia.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pejabat intelijen Amerika Serikat menginformasikan bahwa kedua pelaku memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris.
Foto lisensi mengemudi Sajid Akram telah beredar luas di media sosial, meningkatkan perhatian publik terhadap insiden tersebut.
Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, menekankan pentingnya penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam serangan ini.
Pemerintah Australia mengecam serangan tersebut, mengutuk tindakan kekerasan yang merenggut banyak nyawa.
Pernyataan resmi menyampaikan, 'Kami berdiri bersama komunitas Yahudi dan seluruh warga Australia dalam menghadapi tragedi ini.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: