Pondok Pesantren Al Khoziny Memulai Pembangunan Gedung Baru
Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, telah resmi memulai pembangunan gedung baru melalui prosesi ground breaking yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Proyek yang dilaksanakan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi ini memiliki nilai anggaran mencapai Rp125 miliar dan ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Kegiatan ground breaking berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menteri Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian.
Ia menyatakan, 'Alhamdulillah hari ini saya dan seluruh lintas kementerian di dalam satuan tugas rekonstruksi pesantren hadir, memulai ground breaking Pesantren Al-Khoziny.' Proyek ini tidak hanya fokus pada fasilitas pendidikan, tetapi juga menyediakan ruang untuk pengembangan spiritual santri.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Pembangunan gedung baru ini dilihat sebagai investasi jangka panjang, terutama setelah tragedi yang mengakibatkan 63 santri meninggal dunia akibat ambruknya gedung lama pada September 2025. Cak Imin menekankan pentingnya evaluasi dalam sistem pendidikan pesantren pasca kejadian tersebut.
"Ketika musibah terjadi, Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya segera lakukan langkah-langkah cepat dan efektif untuk mengantisipasi pesantren-pesantren kita, agar kesalahan masa lalu tidak terulang," ungkap Cak Imin yang menegaskan keterlibatan pemerintah dalam sistem pendidikan pesantren.
Cak Imin juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta pengasuh pesantren dalam menciptakan sistem pendidikan yang komprehensif. Ia menekankan pengembangan kurikulum yang mencakup keterampilan dan ilmu pengetahuan yang memadai bagi santri.
"Kurikulum harus komprehensif dan kita sudah memasukkan cara pandang pemberdayaan di dalam kurikulum pesantren-pesantren kita," jelasnya. Pengasuh Pesantren Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan melalui pembangunan ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: