BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 10:46 WIB

Perkuat Produksi Bawang Putih Lokal, Luhut Serukan Penelitian Perguruan Tinggi

Perkuat Produksi Bawang Putih Lokal, Luhut Serukan Penelitian Perguruan TinggiPerkuat Produksi Bawang Putih Lokal, Luhut Serukan Penelitian Perguruan Tinggi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengimbau perguruan tinggi di Indonesia untuk mempercepat penelitian guna meningkatkan produktivitas bawang putih lokal.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dalam acara di Solo, Luhut menekankan bahwa kualitas bibit bawang putih yang tahan terhadap perubahan iklim menjadi hal yang krusial.

Permintaan Penelitian dari Perguruan Tinggi

Luhut mendesak beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk ikut berperan dalam penelitian bawang putih. Penelitian ini harus fokus pada aspek kualitas dan kemampuan bibit menjaga ketahanan terhadap perubahan iklim.

Dia menyampaikan pentingnya para akademisi untuk menentukan lokasi optimal bagi penanaman bawang putih, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. "Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, misalnya, studi tanah-tanah ketinggian seribu meter yang cocok untuk bibit bawang putih," ujar Luhut.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Lebih lanjut, Luhut juga menantang UGM untuk lebih banyak melakukan penelitian lapangan daripada hanya berfokus pada urusan akademis. "UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih," tambahnya.

Penelitian Mandiri Luhut di Danau Toba

Luhut juga menginformasikan bahwa dia telah melakukan penelitian mandiri di Danau Toba dengan menggunakan metode genome sequencing. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan varietas baru bawang putih yang lebih unggul.

Penelitian tersebut dilaksanakan di ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut dan dibiayai secara pribadi oleh Luhut. "Nggak mahal-mahal. Uang kantong saya sendiri kok, paling kuat berapa. Ada profesor-profesor muda kita yang bisa," jelas Luhut mengenai pendanaannya.

Potensi Ekonomi dari Peningkatan Produktivitas

Hasil riset Luhut menunjukkan bahwa terdapat perkembangan positif dalam varietas bibit bawang yang lebih produktif. Dengan peningkatan produktivitas bawang putih, dia meyakini bahwa Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor.

Biaya impor bawang putih saat ini mencapai sekitar US$770 juta atau setara Rp12,8 triliun. Luhut mengklaim bahwa jika Indonesia mampu mengurangi impor bawang putih hingga 50 persen, negara dapat menghemat sekitar 350 juta USD, yang setara dengan hampir Rp5 triliun.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perkuat Produksi Bawang Putih Lokal, Luhut Serukan Penelitian Perguruan Tinggi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!