BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 13:18 WIB

Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pasca-Bencana: Langkah-langkah Prioritas

Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pasca-Bencana: Langkah-langkah PrioritasPemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pasca-Bencana: Langkah-langkah Prioritas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemerintahan tengah memfokuskan perhatian pada perbaikan rumah sakit di Aceh setelah bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Enam rumah sakit di Aceh masih belum beroperasi penuh, terutama di Aceh Tamiang yang menjadi wilayah paling terdampak.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Dalam kunjungannya, Menkes menekankan bahwa langkah awal yang akan diambil adalah mengaktifkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Aceh Tamiang untuk meningkatkan pemulihan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat akses perawatan medis bagi pasien di daerah yang terisolasi.

Prioritas Pemulihan Layanan Kesehatan

Dalam upaya pemulihan setelah bencana, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa 18 rumah sakit di Aceh terpengaruh oleh bencana dan perlu dihidupkan kembali operasionalnya. Khusus di Aceh Tamiang, kebutuhan layanan kesehatan mendesak setelah banyak pasien memerlukan penanganan segera.

Menkes menegaskan bahwa penanganan cepat bagi pasien yang membutuhkan cuci darah adalah prioritas utama. "Tapi yang masih sangat ketinggalan itu yang di Aceh Tamiang. Nah, itu diharapkan mulai besok instalasi gawat darurat (IGD)-nya sudah bergerak," jelasnya.

Rencana pemulihan akan dilakukan secara bertahap. Pertama, IGD akan dipulihkan, diikuti dengan penyediaan ruang operasi dan perawatan spesifik bagi pasien yang memerlukan cuci darah, untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Penempatan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Sebagai langkah mempercepat pemulihan, Menkes menyebutkan bahwa 300 dokter internship akan ditempatkan di Provinsi Aceh. Terdapat kendala akses di banyak daerah, sehingga pelayanan medis dan distribusi obat-obatan menjadi semakin sulit.

Aksesibilitas puskesmas adalah kunci dalam upaya pemulihan layanan kesehatan. "Kebutuhan dokter-dokter itu, terutama di puskesmas-puskesmas yang dekat dengan pusat-pusat pengungsian, dipastikan harus ada," ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Dengan meningkatnya kasus penyakit, seperti penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akut, informasi dari Kementerian Pertahanan menggarisbawahi betapa mendesaknya kebutuhan akses layanan kesehatan ini.

Akses Kesehatan dan Kesiapsiagaan

Kementerian Kesehatan menginformasikan bahwa sekitar 300 puskesmas mengalami kerusakan akibat bencana, sementara 50 puskesmas singkat belum dapat diakses. Ini merupakan tantangan yang signifikan dalam menyalurkan bantuan medis dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan di lapangan.

Menkes berupaya agar wilayah-wilayah terisolasi dapat segera terhubung melalui akses jalan. Stabilitas akses dengan kendaraan darurat serta dukungan dari lembaga terkait dibutuhkan untuk mengatasi krisis kesehatan di masyarakat.

Dengan langkah-langkah yang cepat dan terencana, harapan besar muncul agar kehadiran dokter dan kebutuhan kesehatan dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pasca-Bencana: Langkah-langkah Prioritas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!