Prioritas Penanganan Banjir Rob di Jakarta: Komitmen Pemerintah DKI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Hal ini disampaikan saat meninjau kondisi tanggul pengaman pantai di Muara Baru pada 8 Desember 2025.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Fenomena Supermoon yang terjadi baru-baru ini telah memberikan dampak signifikan terhadap wilayah tersebut. Pramono menyatakan komitmen pemerintah untuk mengantisipasi dan menangani ancaman banjir rob terutama di lokasi-lokasi rawan.
Pramono Anung menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan berbagai antisipasi terhadap ancaman banjir rob, terutama di lokasi-lokasi rawan. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian khusus mencakup Muara Angke, Muara Baru, dan Sunda Kelapa.
Ia menegaskan, "Kami sudah mengantisipasi sejak awal. Ini menjadi prioritas. Maka kenapa di Muara Angke kalau tidak ada antisipasi pasti rob-nya jauh lebih tinggi," ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa penanganan banjir rob dianggap krusial bagi keselamatan masyarakat dan infrastruktur.
Dengan langkah-langkah antisipasi yang diambil, pemerintah berharap dapat meminimalisir dampak banjir rob. Pramono mencatat bahwa pentingnya upaya preventif ini untuk melindungi warga dan infrastruktur yang ada di kawasan tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan beberapa lembaga ketika menangani masalah ini, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Pelindo, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Koordinasi yang baik diharapkan dapat mempercepat pembangunan serta perawatan tanggul pengaman di pesisir DKI Jakarta.
Pramono juga menekankan bahwa Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta akan bertanggung jawab utama atas pembangunan dan pemeliharaan. Ia menandaskan, "Apa pun, Pemerintah DKI Jakarta harus hadir untuk itu," untuk menunjukkan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap langkah-langkah pencegahan.
Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah diambil secara efektif dan efisien. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan hasil yang lebih optimal dapat tercapai.
Pramono mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 sejumlah proyek akan dilanjutkan, termasuk pembangunan segmen Asahimas dan Ancol sepanjang 1,2 km dan 0,8 km. Ia berharap penyelesaian pembangunan 28 km tanggul pesisir dapat terjadi lebih cepat dengan komitmen yang lebih kuat dari semua instansi terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan bahwa penguatan terhadap tanggul yang bocor akan dilakukan dengan metode khusus dan sudah mulai dijalankan di beberapa titik kritis. "Digali tiga meter, kemudian dicor dengan beton ready mix K500," ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan tanggul. Dengan demikian, diharapkan masalah banjir rob dapat ditangani dengan lebih baik di masa depan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: