Pentingnya Mengenali Gejala Awal Stroke di Indonesia
Stroke menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 350 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Masyarakat perlu mengenali gejala awal stroke melalui panduan 'SeGeRa Ke RS' yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke masih merupakan salah satu penyebab utama kematian di tanah air.
Setiap tahun, stroke mengakibatkan ratusan ribu kematian, sementara sejumlah pasien yang selamat seringkali hidup dengan kecacatan jangka panjang.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan, 'Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun.'
Angka tersebut menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan penanganan yang lebih baik terhadap stroke.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Selain tingginya angka kematian, dampak stroke juga terlihat dari tingkat kecacatan permanen yang dialami oleh pasien yang terselamatkan.
Dante menekankan bahwa penanganan cepat sangat penting agar pasien bisa pulih dengan optimal. 'Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,' jelasnya.
Oleh karena itu, mengenali gejala stroke sedini mungkin menjadi kunci untuk mengurangi risiko tersebut.
Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan istilah 'SeGeRa Ke RS' yang merujuk pada tanda-tanda awal stroke yang harus diwaspadai.
Gejala pertama adalah 'Se' yang berarti senyum tidak simetris, dimana satu sisi wajah tidak bergerak dengan baik.
'Ge' menunjukkan gerakan mendadak melemah, yang sering mengakibatkan pasien sulit bergerak atau lemas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: