Menguak Rahasia Kualitas Tidur yang Buruk meski Durasi Tidur Cukup
Banyak dari kita berpikir bahwa tidur cukup adalah kunci untuk menghilangkan rasa lelah, tapi kenyataannya tidak selalu demikian. Meski durasi tidur sudah mencukupi, tetap saja banyak yang merasa kurang energi.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kualitas tidur dan kondisi tubuh saat bangun. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang alasan di balik fenomena ini.
Tidur selama delapan jam tidak selalu menjamin kualitas tidur yang baik. Banyak orang yang mengalami tidur yang tidak nyenyak akibat berbagai faktor, seperti stres atau gangguan eksternal.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur lebih penting daripada kuantitas. Tidur yang terganggu dapat menyebabkan gejala kelelahan saat bangun.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi tingkat energi kita. Misalnya, konsumsi makanan tinggi gula bisa menyebabkan lonjakan energi sementara, lalu diikuti dengan penurunan yang drastis.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh kita merasa lebih lelah. Olahraga secara teratur membantu meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah.
Beberapa gangguan tidur, seperti sleep apnea, dapat mengganggu kualitas tidur meski durasi tidur tampak mencukupi. Seseorang dengan gangguan ini mungkin merasa terus-menerus mengantuk dan kelelahan.
Sering kali, masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi juga berperan. Ini bisa mengganggu ketenangan saat tidur dan memengaruhi kebangkitan di pagi hari.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: