Rencana Perbaikan Permanen Tanggul Laut Bocor di Jakarta Utara
Pemprov DKI Jakarta mengumumkan agenda perbaikan permanen untuk tanggul laut yang mengalami kebocoran di kawasan Jakarta Utara. Tanggul yang saat ini hanya ditangani secara sementara menggunakan karung berisi pasir perlu segera ditangani dengan tindakan lebih permanen.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa lokasi-lokasi seperti Muara Angke, Muara Baru, dan Sunda Kelapa membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah risiko banjir yang lebih parah.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa penambalan sementara dengan karung berisi pasir adalah solusi darurat yang harus diambil. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta saat ini sedang mempersiapkan rencana perbaikan permanen di lokasi-lokasi yang mengalami kebocoran.
Kepala Dinas SDA Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa proses perbaikan akan menggunakan metode grouting dan pengecoran dengan beton. ''Dengan metode ini, kami yakin dapat memperkuat struktur tanggul yang ada,'' ujarnya.
Proses pengecoran sudah dimulai di area hilir Nizam Zachman (Muara Baru) sepanjang 400 meter, yang direncanakan akan dilanjutkan hingga sepanjang 1 kilometer. Menurut Ika, langkah ini penting untuk memastikan ketahanan tanggul di masa depan.
Ika juga menyoroti betapa mendesaknya tindakan darurat ini, menyatakan bahwa penambalan menggunakan karung pasir harus segera dilakukan setelah kebocoran terdeteksi.
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, menjelaskan bahwa kebocoran tanggul di Muara Baru disebabkan oleh korosi pada beton akibat tekanan dari air laut yang cukup tinggi. ''Penyebab kebocoran memang adanya pressure dari air laut yang cukup tinggi. Juga korosi beton akibat zat klorin air laut,'' kata Herisuandi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dia menambahkan bahwa fenomena pemanasan global dan perubahan iklim berkontribusi terhadap meningkatnya permukaan laut. Ini memberikan tekanan tambahan pada struktur tanggul dan memperburuk kondisi tersebut.
'Ini artinya kombinasi antara land subsidence, tinggi muka air laut, pressure air laut, dan juga korosi terhadap struktur beton,' jelasnya mengenai kompleksitas penyebab kebocoran ini.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, kebocoran menjadi problem yang tidak bisa diabaikan dan perlu penanganan yang serius.
Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmennya untuk melaksanakan proyek perbaikan tanggul dengan maksimal. Kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak diharapkan bisa mengurangi risiko bencana yang timbul akibat kerusakan tanggul.
Ika Agustin Ningrum mengungkapkan optimisme terhadap penggunaan metode modern seperti shotcrete dalam perbaikan tanggul tersebut. ''Kami percaya metode ini dapat mendukung ketahanan air laut terhadap kota Jakarta, terutama di area terdampak,'' ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: