Krisis Hubungan Mohamed Salah dan Pelatih Liverpool: Mungkinkah Ini Akhir Perjalanan di Anfield?
Mohamed Salah, bintang Liverpool, mengungkapkan keretakan serius dalam hubungannya dengan pelatih Arne Slot setelah hasil imbang menyedihkan 3-3 melawan Leeds United. Hal ini terjadi di tengah suasana tim yang kurang stabil dan mengemuka spekulasi tentang masa depannya di klub.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Salah merasa dirinya dijadikan kambing hitam atas penurunan performa tim, bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk meninggalkan Liverpool di bursa transfer Januari. Ini menjadi sorotan utama dalam wawancara yang dilakukannya setelah pertandingan.
Setelah pertandingan melawan Leeds, Salah mencurahkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan pelatih yang membuatnya duduk di bangku cadangan. Ia menyatakan, 'Tiga kali di bangku cadangan untuk pertama kalinya dalam karier saya,' menunjukkan rasa kecewanya yang mendalam terhadap kebijakan pelatih.
Dalam pernyataannya, Salah merasa situasi ini tidak dapat diterima dan merasa terpinggirkan walaupun sudah memberikan kontribusi signifikan bagi tim. "Saya sudah melakukan begitu banyak untuk klub ini, terutama musim lalu. Sekarang saya duduk di bangku cadangan dan saya tidak tahu kenapa," ujarnya, menekankan kebingungannya.
Rasa frustrasi tersebut tidak hanya mencerminkan ketidakpuasannya, namun juga menarik perhatian lebih lanjut mengenai spekulasi tentang masa depannya di Liverpool. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa ia mungkin akan berpindah klub.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dalam wawancara itu, Salah mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan mendalam hubungan dengan pelatih Arne Slot. Ia mengatakan, "Saya bilang berkali-kali saya punya hubungan baik dengan manajer, tapi tiba-tiba kami tidak punya hubungan apa pun," menyoroti keanehan situasi yang dihadapinya.
Salah merasa ada pihak dalam klub yang berupaya menjadikannya sebagai kambing hitam atas performa buruk tim. Meskipun penyebab utama kehancuran hubungan ini masih belum jelas, ia tampaknya merasa diabaikan dalam pengambilan keputusan pelatihan.
Selama musim ini, tekanan negatif dari publik juga semakin membebaninya. "Jika ini terjadi di klub lain, semua orang akan melindungi pemainnya. Tapi sekarang seperti, 'Salah yang harus disalahkan,'" tambahnya, mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya.
Nada pernyataan Salah memberikan sinyal adanya kemungkinan perpisahan di bursa transfer Januari mendatang. Ia menyebut pertandingan melawan Brighton pada 13 Desember bisa jadi laga terakhirnya di Anfield.
"Di kepala saya, saya akan menikmati pertandingan itu karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya akan berada di Anfield untuk mengucapkan selamat tinggal kepada fans dan pergi ke Piala Afrika," ujarnya, menciptakan suasana tegang di kalangan penggemar.
Dalam wawancara tersebut, ia juga mengungkapkan cinta terhadap klub tetapi merasakan ketidakcocokan dalam situasi yang sedang berlangsung. "Saya pikir saya akan memperpanjang kontrak dan mengakhiri karier di sini. Namun, ini tidak sesuai rencana," katanya, menunjukkan keraguan tentang masa depannya di klub.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: