BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 18:59 WIB

Rusia Memperketat Kontrol Akses Internet: Pemblokiran Snapchat dan FaceTime

Rusia Memperketat Kontrol Akses Internet: Pemblokiran Snapchat dan FaceTimeRusia Memperketat Kontrol Akses Internet: Pemblokiran Snapchat dan FaceTime

Pemerintah Rusia baru-baru ini memperluas pembatasan akses terhadap layanan digital, termasuk pemblokiran aplikasi media sosial Snapchat dan layanan panggilan video FaceTime milik Apple. Ini merupakan bagian dari upaya negara untuk memperkuat kontrol terhadap aktivitas internet dan komunikasi daring.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, memberikan alasan bahwa aplikasi-aplikasi ini digunakan untuk kegiatan teroris dan penipuan. Kebijakan ini menegaskan meningkatnya pengawasan terhadap aliran informasi di Rusia.

Pelanggaran Aturan dan Pembatasan Digital

Roskomnadzor menyatakan bahwa pemblokiran Snapchat mulai diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, sementara pengumuman resmi baru dirilis pada Desember. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pembatasan yang sudah diterapkan pada platform seperti YouTube, WhatsApp, Instagram, dan Telegram.

Meningkatnya regulasi terhadap aplikasi digital mencerminkan kebijakan pemerintah dalam mengontrol informasi dan membatasi potensi ancaman keamanan. Dalam laporan terbaru, pemerintah mengklaim bahwa platform-platform ini dapat disalahgunakan untuk mengorganisir aktivitas terorisme.

Sebelumnya, pemerintah Rusia juga menutup akses internet seluler dengan alasan mencegah serangan pesawat tak berawak dari Ukraina. Ini menjadi bagian dari kebijakan keamanan yang lebih luas dan meningkat.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Target Layanan Pesan Instan

Selain fokus pada media sosial, pemerintah Rusia juga mulai membatasi layanan pesan instan. Aplikasi Signal dan Viber telah diblokir tahun lalu, sedangkan panggilan melalui WhatsApp dan Telegram dilarang pada tahun ini.

Roskomnadzor menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi ini digunakan untuk aktivitas kriminal, memperpanjang daftar platform yang diawasi oleh otoritas keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyedia layanan mematuhi regulasi yang diterapkan.

Aplikasi pesan lokal bernama Max diperkenalkan sebagai alternatif, tetapi potensi pengumpulan data pengguna memunculkan keraguan di kalangan publik, yang membuatnya sulit mendapatkan kepercayaan.

Implikasi bagi Pengguna dan Kebijakan Yang Meningkat

Pakar keamanan siber, Stanislav Seleznev, menyebut bahwa banyak warga Rusia yang beralih ke FaceTime sebagai alternatif setelah pembatasan pada WhatsApp dan Telegram. Dia memperkirakan puluhan juta pengguna kini mengandalkan layanan ini di tengah situasi yang ada.

Seleznev juga memperingatkan bahwa platform lain yang tidak memenuhi syarat regulator berisiko terpaksa diblokir. Dengan membentuk 'daftar putih' bagi situs yang masih dapat diakses, pemerintah berupaya menjaga kendali atas informasi.

Tren ini menunjukkan bahwa regulasi ketat terhadap komunikasi digital di Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan pemerintah terus berusaha memastikan semua platform dikelola sesuai hukum.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rusia Memperketat Kontrol Akses Internet: Pemblokiran Snapchat dan FaceTime

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!