Pernyataan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Soal Permintaan Maaf ke Korea Utara
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengisyaratkan kemungkinan permintaan maaf kepada Korea Utara terkait operasi drone yang dilakukan pemerintahan sebelumnya di bawah Yoon Suk Yeol.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Pernyataan ini memicu spekulasi mengenai motivasi politik Lee dan dampaknya terhadap hubungan antar-Korea.
Pada peringatan satu tahun upaya kudeta gagal oleh mantan Presiden Yoon Suk Yeol, Lee Jae Myung menegaskan pentingnya meredakan ketegangan dengan Korea Utara.
Ia menyatakan, "Saya pikir kita perlu meminta maaf, tetapi saya belum bisa mengatakannya karena khawatir itu dapat digunakan untuk mencemarkan nama saya atau memicu pertempuran ideologis," seperti yang dikutip oleh The Associated Press.
Permintaan maaf ini muncul seiring dengan proses hukum terhadap Yoon dan dua pejabatnya yang terlibat dalam misi drone serta penyebaran balon propaganda.
Media lokal melaporkan bahwa selama masa kepemimpinan Yoon, militer Korea Selatan menerbangkan selebaran ke wilayah Korea Utara, walau klaim tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak militer.
Sejak menjabat pada bulan Juni, Lee berusaha memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, termasuk menghentikan aktivitas propaganda serta melarang aktivis menerbangkan balon selebaran.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Namun, upaya ini belum mendapatkan respons positif dari Korea Utara, yang tampaknya skeptis terhadap niat baik Lee.
Lee juga mengusulkan penangguhan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat sebagai strategi untuk menarik Korea Utara kembali ke meja perundingan, meskipun tindakan ini dapat memicu kritik dari kalangan konservatif di dalam negeri.
Isu keamanan dan ketegangan militer antara kedua negara tetap menjadi tantangan utama dalam mencapai rekonsiliasi.
Di tengah upaya rekonsiliasi, Lee menerima kritik lantaran mengaku tidak mengetahui keberadaan enam warga Korea Selatan yang ditahan di Korea Utara.
"Benarkah ada warga negara Korea yang ditahan?" ujarnya saat ditanya oleh wartawan, mengejutkan keluarga para tahanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: