Gagal Ginjal pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
Gagal ginjal kini menjadi perhatian serius, tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak jika tidak ditangani secara efektif.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Deteksi dini sangat penting dalam menghadapi masalah ini. Berbagai penyebab dan gejala harus dipahami oleh orang tua untuk memastikan kesehatan anak.
Gagal ginjal pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Christian Dion Saelan, menjelaskan bahwa 'pasca infeksi streptokokus bisa menyebabkan glomerulonefritis', serta menyebutkan kelainan bawaan, penyakit autoimun, infeksi berat, dehidrasi akut, dan kerusakan akibat obat juga sebagai penyebab yang utama.
Gejala gagal ginjal sering kali tidak terlihat jelas dan bisa bervariasi dari satu anak ke anak lainnya. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain pembengkakan pada kaki, tangan, dan wajah, serta perubahan frekuensi buang air kecil yang mencolok.
Dokter biasanya akan melakukan tes darah dan tes urine untuk menilai fungsi ginjal dan menemukan adanya indikasi kerusakan, dengan cara ini dapat dipastikan apakah seorang anak mengalami gagal ginjal atau tidak.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Jika tidak ditangani, gagal ginjal dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk gangguan perkembangan anak, anemia, dan masalah hormon. Dokter juga mengingatkan bahwa pengobatan awal sangat krusial.
Ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan, di antaranya hemodialisis yang berfungsi untuk membuang racun dari darah. Namun, prosedur ini tidak memperbaiki ginjal secara permanen dan biasanya diperlukan pengobatan lanjutan.
Pilihan perawatan lain termasuk penggunaan obat-obatan untuk mengatasi anemia dan hipertensi, serta perubahan pola makan untuk meringankan kerja ginjal. Transplantasi ginjal juga merupakan pilihan yang efektif untuk meningkatkan peluang hidup anak.
Pencegahan gagal ginjal dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Memastikan anak mendapatkan cukup cairan dan menghindari makanan tinggi gula dan garam dapat membantu menjaga kesehatan ginjal.
Selain itu, penting untuk mengajak anak berolahraga secara rutin dan menjaga berat badan ideal. Pengawasan terhadap asupan makanan dan konsultasi rutin dengan dokter juga sangat dianjurkan.
Jika anak mengalami gejala seperti nyeri pinggang atau pembengkakan, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diagnosis yang cepat dapat meningkatkan kesempatan pemulihan anak secara signifikan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: