Makanan Asin dan Stres: Mengapa Kita Mencarinya Saat Tertekan
Ketika stres melanda, banyak orang beralih ke makanan asin sebagai penghibur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan asin dapat memberikan rasa nyaman instan saat menghadapi tekanan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Garam, yang merupakan bahan utama dalam makanan asin, dapat mempengaruhi emosi kita. Pengaruh ini sejajar dengan pemahaman bahwa makanan dapat menjadi faktor penentu dalam mengatasi stres.
Garam adalah salah satu bahan utama dalam banyak makanan asin. Ketika kita mengonsumsi garam, otak kita akan melepaskan hormon dopamin, yang dapat meningkatkan suasana hati.
Selain itu, garam juga membantu mengatur kadar elektrolit dalam tubuh. Ketidakseimbangan elektrolit sering kali berhubungan dengan gejala stres, sehingga konsumsi makanan asin dapat memberikan efek menenangkan.
Namun, perlu diingat bahwa terlalu banyak garam juga dapat berdampak negatif. Kesehatan jangka panjang bisa terpengaruh, seperti risiko tekanan darah tinggi.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Sejak kecil, banyak dari kita yang diajarkan bahwa makanan yang enak adalah makanan yang asin. Kecenderungan ini dapat berakar dalam psikologi kita.
Saat merasa stres, kita cenderung mencari kenyamanan dalam makanan yang familiar. Makanan asin sering kali dihubungkan dengan suasana bahagia atau kenangan indah.
Dalam terapi makanan, konsep comfort food menjadi bagian penting. Makanan yang memberikan rasa aman ini, sering kali termasuk makanan asin.
Asupan garam menjadi lebih penting ketika kita mengalami aktivitas fisik yang tinggi. Ketika stres maupun aktivitas fisik meningkat, tubuh membutuhkan lebih banyak garam untuk membantu keseimbangan cairan.
Bagi mereka yang berolahraga, makanan asin bisa sangat membantu dalam pemulihan. Ini karena garam membantu dalam proses rehidrasi, yang penting setelah melakukan aktivitas fisik yang intens.
Meskipun ada manfaat, tetap penting untuk memperhatikan jumlah asupan garam. Keseimbangan tetap menjadi kunci untuk mempertahankan kesehatan.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: