Badan Narkotika Nasional (BNN) telah berhasil menangkap Dewi Astutik alias PA, seorang bandar narkoba yang terlibat dalam jaringan internasional dengan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun di Kamboja.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Sebelum terjebak dalam dunia narkotika, Dewi sempat bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris dan Mandarin, dengan pendapatan bulanan sekitar Rp 20 juta.
Dewi Astutik pindah ke Kamboja pada Februari 2023 dan mulai berkarir sebagai pengajar di beberapa kursus bahasa.
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa Dewi pernah terlibat dalam pekerjaan lain, termasuk yang berkaitan dengan penipuan.
Kariernya yang beragam berakhir pada awal tahun 2024 saat ia terjerat dalam jaringan kejahatan narkotika.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dewi terhubung dengan jaringan internasional jual beli narkotika setelah bertemu seorang warga negara Nigeria berinisial DON.
Sejak 3 Oktober 2024, Dewi sudah ada dalam red notice Interpol, menandakan besarnya perhatian terhadap kasus ini.
Ia berhasil ditangkap pada 1 Desember 2025, berkat kerjasama antara BNN dan instansi internasional lainnya.
Komjen Suyudi menyatakan bahwa Dewi sangat licin dan sering berpindah negara untuk menghindari penangkapan.
Kesulitan penanganan kasus ini terletak pada kompleksitas jaringan dan metode pelarian yang digunakannya.
Operasi penangkapan pada November lalu berhasil melacak lokasi Dewi berkat informasi dari berbagai pihak.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: