BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 21:06 WIB

Wisatawan Terjebak dalam Toko oleh-Oleh di Chengdu: Insiden dan Tanggapan Resmi

Wisatawan Terjebak dalam Toko oleh-Oleh di Chengdu: Insiden dan Tanggapan ResmiWisatawan Terjebak dalam Toko oleh-Oleh di Chengdu: Insiden dan Tanggapan Resmi

Sebanyak 23 turis terpaksa terkurung di dalam sebuah toko oleh-oleh di Chengdu, China, setelah menolak permintaan pemandu wisata untuk berbelanja. Insiden ini terjadi pada November 2025 selama perjalanan wisata yang berlangsung selama sembilan hari.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Shawn Tok, salah satu wisatawan yang terjebak, mengungkapkan bahwa mereka dipaksa membeli berbagai barang meski telah menghabiskan sekitar 105.000 yuan atau sekitar Rp 246 juta.

Pengalaman Buruk Wisatawan

Shawn Tok menceritakan melalui Instagram Stories bahwa pemandu wisata menunjukkan sikap agresif setelah menolak untuk berbelanja. Dalam upaya mencapai target penjualan, pemandu tersebut menyekap mereka di dalam toko.

Pemandu wisata menjelaskan bahwa ia memiliki target penjualan yang harus dicapai, yang sangat berpengaruh pada komisinya. Jika target tersebut tidak tercapai, ia bisa menghadapi denda.

Meskipun telah mengeluarkan uang dalam jumlah yang signifikan, pemandu masih mengklaim bahwa kontribusi mereka belum memenuhi jumlah yang ditargetkan. Shawn yang merasa tidak dijelaskan dengan baik tentang aturan ini pun melakukan pengecekan kontrak perjalanan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Langkah Hukum dan Tanggapan Pihak Berwenang

Shawn dan rombongan akhirnya melapor kepada pihak berwenang mengenai dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemandu wisata tersebut. Mereka menyerahkan bukti transaksi serta struk pembelian sebagai dasar laporan.

Otoritas setempat segera merespon laporan tersebut dan melakukan tindakan cepat. Sebagai hasilnya, agen tur tersebut mengembalikan seluruh dana yang telah dikeluarkan peserta selama tur.

Pengalaman ini kemudian menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, dan memicu perdebatan tentang praktik wisata yang tidak etis serta kecurangan yang sering dialami oleh wisatawan.

Kewaspadaan dan Implikasi Hukum

Insiden ini juga membawa dampak pada kesadaran wisatawan tentang pentingnya memilih agen tur yang terpercaya. Banyak warganet memberikan peringatan agar wisatawan berhati-hati dengan tawaran tur yang terlalu murah.

Salah satu komentar di media sosial menyarankan untuk memilih agen yang reputasinya baik dalam menyelenggarakan tur dan kegiatan wisata. Hal ini penting untuk menghindari pengalaman buruk dalam perjalanan.

Dalam response lebih luas, pemerintah China memperketat penegakan hukum terhadap praktik belanja paksa yang sering menjebak wisatawan. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki citra pariwisata China dan memberikan perlindungan bagi wisatawan.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Wisatawan Terjebak dalam Toko oleh-Oleh di Chengdu: Insiden dan Tanggapan Resmi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!