BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 12:22 WIB

Menggali Fenomena Kehidupan Kosong di Era Modern

Menggali Fenomena Kehidupan Kosong di Era ModernMenggali Fenomena Kehidupan Kosong di Era Modern

Di tahun 2025, banyak orang melaporkan perasaan hidup yang ‘kosong’ meskipun merasakan kelelahan setiap hari. Fenomena ini menarik untuk diteliti, terutama di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang cepat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Berbagai faktor, mulai dari tuntutan kerja yang tinggi hingga pengaruh media sosial, berkontribusi pada kondisi ini. Meskipun terlihat sepele, dampaknya dapat signifikan bagi kesehatan mental masyarakat.

Tekanan Kerja yang Meningkat

Seiring kemajuan teknologi, banyak pekerjaan mengharuskan karyawan untuk selalu terhubung dan menciptakan budaya kerja 24 jam. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa terjebak dalam rutinitas tanpa waktu untuk istirahat yang cukup.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan jumlah jam kerja yang tidak diimbangi dengan jam istirahat. Akibatnya, produktivitas menurun dan stres meningkat, yang membuat perasaan kosong semakin mendalam.

Banyak pekerja terbebani oleh ekspektasi tinggi dari atasan, di mana setiap kinerja harus selalu berada di puncak. Siklus tekanan ini menciptakan kelelahan fisik dan mental yang berpotensi memperburuk kondisi psikologis mereka.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dampak Media Sosial

Media sosial telah berperan penting dalam fenomena perasaan kosong ini. Penggunaan platform membuat orang membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain yang tampaknya lebih ideal dan berbahagia.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap konten positif dapat memicu ketidakpuasan dan kehilangan makna dalam hidup. Pesan-pesan motivasi yang seharusnya menyemangati justru dapat menambah rasa tekanan.

Orang lebih fokus pada citra diri mereka di media sosial, alih-alih menikmati momen nyata. Hal ini seringkali meninggalkan perasaan kosong meskipun mereka menjalani aktivitas yang padat setiap harinya.

Krisis Identitas dan Tujuan Hidup

Di tengah kenyataan modern, banyak individu mulai mempertanyakan tujuan hidup mereka. Krisis identitas ini muncul akibat tekanan untuk memenuhi standar sukses yang sering kali tidak realistis.

Banyak orang merasa terjebak dalam peran sosial yang tidak memuaskan tanpa kejelasan mengenai apa yang sesungguhnya mereka inginkan dari hidup. Ini menyebabkan perasaan kosong yang mengintai meskipun keseharian mereka sangat sibuk.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kaum muda, tetapi juga pada usia dewasa yang lebih tua. Ketidakpuasan ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental yang lebih serius di masyarakat.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menggali Fenomena Kehidupan Kosong di Era Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!