KJRI Hong Kong Tanggapi Kebakaran di Wang Fuk Court, 22 WNI Masih Hilang
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong mengonfirmasi bahwa 108 warga negara Indonesia (WNI) selamat dari kebakaran di Kompleks Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, pekan lalu.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Namun, 22 WNI masih dinyatakan hilang, dan pihak konsulat memberikan informasi lebih lanjut mengenai situasi ini.
Kebakaran di Wang Fuk Court mengakibatkan sembilan orang meninggal, sementara satu orang lainnya sedang dirawat di rumah sakit. Menurut keterangan resmi KJRI Hong Kong, ada total 140 WNI yang tinggal di kompleks tersebut.
KJRI segera membuka posko kedaruratan di gedung konsulat pasca insiden. Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memperoleh informasi mengenai nasib WNI yang terdampak.
Mulai Kamis (27/11), tim KJRI dikerahkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap WNI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di daerah tersebut. Selain itu, mereka juga membantu dalam distribusi makanan dan bantuan logistik seperti sanitary pack.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
KJRI telah mendirikan posko kedaruratan di Tai Po Community setelah memperoleh izin dari pemerintah setempat. Posko ini ditujukan untuk mengidentifikasi WNI yang terdampak serta mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan.
Dalam keadaan darurat ini, KJRI juga menawarkan bantuan bagi orang yang kehilangan dokumen seperti paspor. Mereka menyediakan fasilitas awal penerbitan ulang bagi yang memerlukannya.
Seorang perwakilan KJRI menyatakan, "Fasilitasi ini dilakukan dengan mematuhi protokol keselamatan dan hukum yang berlaku di Hong Kong." KJRI berkomunikasi dengan organisasi masyarakat untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai situasi WNI dan PMI yang mungkin terpengaruh.
Proses koordinasi antara KJRI dan otoritas Hong Kong tengah berlangsung untuk memaksimalkan upaya repatriasi jenazah dan perlindungan hak-hak korban. KJRI berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik dalam situasi ini.
KJRI berusaha memastikan semua WNI yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan secepat mungkin. Mereka juga terus mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber.
"Kami akan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk membantu WNI di lokasi kejadian dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang tepat," ungkap KJRI dalam laporan terbaru mereka.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: