Bantuan Beras untuk Korban Bencana di Tapanuli Utara Dikeluhkan Masyarakat
Penyaluran bantuan beras oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara mendapat sorotan publik.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Bantuan yang dijatuhkan dari helikopter ini mengalami kerusakan dan berserakan, membuat masyarakat merasa kecewa.
Wilayah Tapanuli Utara telah terdampak bencana alam yang parah, sehingga akses transportasi ke daerah tersebut terputus.
Warga di Desa Manalu Purba berharap agar bantuan dapat dikirim dengan lebih baik, mengingat situasi darurat yang dihadapi saat ini.
Dalam sebuah video viral, seorang pria mengungkapkan bahwa, 'Untuk apa bantuan dibagikan pada kami kalau tidak ada gunanya.' Kekecewaan ini mencerminkan harapan yang tidak terpenuhi.
Masyarakat setempat telah berjuang melawan kelaparan selama beberapa hari, dan bantuan yang tidak memenuhi standar justru memperparah keadaan.
Metode penyaluran bantuan dengan cara udara diambil karena akses darat yang tidak memungkinkan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Basarin Yunus Tanjung, Ketua Harian Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut, menjelaskan keputusan ini diambil untuk menghadapi situasi darurat.
'Harusnya bisa kita pahami juga mana SOP yang normal, mana SOP yang darurat,' ungkapnya, menyoroti perlunya langkah-langkah darurat.
Meskipun pengiriman melalui udara menjadi solusi, risiko kerusakan tetap ada, dan evaluasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengevaluasi metode penyaluran bantuan yang diterapkan.
Basarin mengakui adanya kemungkinan kerusakan pada bantuan yang dijatuhkan dan berencana untuk memperbaiki proses tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: