Prancis Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah Menengah Atas
Pemerintah Prancis merencanakan penghapusan penggunaan ponsel bagi siswa sekolah menengah atas di seluruh negara. Kebijakan ini ditujukan untuk mengatasi masalah sosial dan kesehatan mental yang meningkat di kalangan remaja.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Presiden Emmanuel Macron menyatakan bahwa larangan ini merupakan langkah penting, terutama setelah keberhasilan larangan serupa di tingkat sekolah menengah pertama.
Larangan penggunaan ponsel di sekolah telah berlaku untuk tingkat taman kanak-kanak hingga SMP berdasarkan undang-undang tahun 2018. Namun, meskipun ada hukum yang jelas, pelaksanaannya sering mengalami kendala di lapangan.
Macron menekankan, "Sekolah tempat Anda belajar, tempat Anda berinteraksi," dan menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada perangkat digital dalam lingkungan pendidikan.
Di harapkan dengan adanya larangan ini, siswa dapat lebih fokus pada pelajaran dan interaksi sosial, serta mengurangi risiko masalah kesehatan mental yang semakin meningkat.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Pemerintah Prancis mencatat adanya peningkatan masalah kesehatan mental dan perasaan kesepian di kalangan siswa. Macron menegaskan bahwa langkah ini diharapkan membawa perubahan positif bagi kesejahteraan mental remaja.
Riset menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap layar dapat berdampak negatif pada pola tidur, pola hidup, serta meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan masalah penglihatan.
Sebagai bagian dari inisiatif jangka panjang, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan 'jeda digital' yang mulai berlaku pada Januari 2025, yang mengharuskan anak-anak di bawah usia 15 tahun untuk menyimpan ponsel mereka selama sesi pembelajaran.
Pemerintah berencana untuk menerapkan larangan ini pada tahun ajaran mendatang, sesuai dengan kebijakan yang sudah diterapkan di SMP. Macron optimis bahwa regulasi ini akan efektif di tingkat SMA seperti yang terjadi di SMP.
Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada ponsel dan memperkuat interaksi sosial antar siswa. Ini mencerminkan langkah proaktif dalam menghadapi isu kesehatan mental dan pendidikan pada era digital.
Implementasi yang efektif memerlukan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan pihak berwenang untuk memastikan kebijakan ini diadopsi dengan baik, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif bagi remaja.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: