BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 11:13 WIB

Banjir Bandang di Sumatra: Ancaman Lingkungan dan Korban Jiwa

Banjir Bandang di Sumatra: Ancaman Lingkungan dan Korban JiwaBanjir Bandang di Sumatra: Ancaman Lingkungan dan Korban Jiwa

Banjir bandang yang menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025 telah menyebabkan banyaknya korban jiwa dan kerugian material yang signifikan.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Hutan Hujan Tropis Sumatra, yang termasuk dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya oleh UNESCO, kini menghadapi ancaman serius akibat penebangan ilegal dan perubahan penggunaan lahan.

Banjir Bandang dan Korban Jiwa

Banjir bandang dipicu oleh curah hujan ekstrem yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Data menunjukkan bahwa ratusan orang tewas akibat bencana ini, dengan banyak lainnya dilaporkan hilang atau terluka.

Infrastruktur dan rumah warga di daerah rawan rusak parah, menambah kesedihan yang tengah dirasakan masyarakat. Bencana ini tidak hanya menjadi masalah mendesak, tetapi juga mencerminkan isu pengelolaan sumber daya alam yang lebih besar di area tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir

Dampak Lingkungan dan Kehilangan Hutan

Hutan Hujan Tropis Sumatra telah kehilangan area yang signifikan akibat aktivitas penebangan dan perambahan lahan. Sejak 2011, kawasan ini terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya karena ancaman yang semakin meningkat.

Hilangnya ratusan ribu hektare hutan primer berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir serta mengurangi kemampuan alam untuk menyerap air. Menurut UNESCO, kawasan ini memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan sekitar 10 ribu spesies tumbuhan dan 200 spesies mamalia.

Ancaman dan Upaya Perlindungan

Perburuan liar, penebangan ilegal, dan pengembangan infrastruktur menjadi beberapa ancaman yang mengintai hutan. UNESCO menegaskan bahwa jalan baru dapat memperparah kondisi, karena akan memfasilitasi aktivitas yang merusak.

"Komite Warisan Dunia memasukkan TRHS dalam Daftar Bahaya karena adanya ancaman berupa perburuan liar, penebangan ilegal, perambahan untuk kegiatan pertanian, serta rencana pembangunan jalan yang melintasi kawasan," ujar pernyataan dari UNESCO.

Walau situasinya mencemaskan, upaya perlindungan dan konservasi tetap menjadi hal yang krusial untuk menjaga keanekaragaman hayati dan meminimalisir dampak negatif terhadap masyarakat lokal.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Banjir Bandang di Sumatra: Ancaman Lingkungan dan Korban Jiwa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!