Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar Monas Terkait Reuni 212
Ditlantas Polda Metro Jaya mengumumkan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Desember 2025, untuk mengantisipasi kemacetan akibat kegiatan Reuni 212.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Rekayasa lalu lintas ini dijadwalkan mulai pukul 17.00 WIB dan akan berlangsung sesuai situasi selama kegiatan berlangsung.
Pengalihan arus lalu lintas menjangkau banyak ruas jalan di sekitar Monas. Beberapa ruas yang terkena dampak termasuk Jalan Medan Merdeka Barat, Selatan, Timur, dan Utara.
Selain itu, Jalan Veteran I, II, dan III, serta Jalan Majapahit sisi timur dan Jalan Perwira juga terdampak. Pengalihan mencakup Jalan MH Thamrin dari simpang Patung Kuda hingga simpang Kebon Sirih.
Pengalihan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kemacetan, khususnya mengingat acara ini berlangsung di waktu sore menjelang jam pulang kerja.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Kombes Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, mengajak masyarakat untuk menghindari ruas jalan yang terdampak pengalihan. "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat Jakarta ataupun yang beraktivitas di Jakarta untuk menghindari ruas jalan tersebut," ujarnya.
Komarudin menekankan bahwa pengalihan arus akan dikelola berdasarkan situasi di lapangan. "Sekiranya memang nanti diprediksi masih ada lintasan-lintasan ataupun mobilisasi massa yang cukup besar, kita akan melakukan pengalihan lebih awal," tegasnya.
Imbauan tersebut bertujuan untuk meminimalisir gangguan lalu lintas, terutama di sekitar Monas selama Reuni 212.
Reuni 212 tahun ini mengusung tema 'Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah'. Kegiatan ini berlangsung di Silang Monas pada sore hari.
Ketua Steering Committee (SC) Ahmad Shobri Lubis menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah menjaga persatuan umat, mengingat latar belakang Aksi Bela Islam 212 yang terjadi pada 2016.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini dimulai dengan shalat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan zikir, doa, dan tausiyah dari ulama. Panitia juga mengundang Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah menteri dan pejabat terkait.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: