Klarifikasi BNPB Terkait Insiden Penjarahan di Sibolga
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa insiden video viral di Sibolga, Sumatera Utara, yang menunjukkan penjarahan minimarket sebenarnya adalah aksi pengambilan bahan makanan akibat keadaan darurat.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah penjarahan merusak, melainkan langkah untuk menghadapi kekhawatiran terhadap ketersediaan makanan.
Dalam pernyataannya, Suharyanto menanggapi video yang viral di media sosial dan menekankan bahwa insiden tersebut bukan merupakan tindakan kriminal yang merusak. 'Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga, adanya upaya mengambil logistik,' ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengambilan bahan makanan oleh warga disebabkan oleh kekhawatiran akan terbatasnya ketersediaan makanan. 'Jadi tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan lain sebagainya tidak, dia menjarah bahan makanan,' tambah Suharyanto.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Suharyanto juga mengingatkan bahwa pihaknya telah memberikan penjelasan lebih lanjut di akun media sosial resmi BNPB. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk memperjelas situasi yang sebenarnya terjadi agar masyarakat tidak salah paham.
'Kami juga sudah memberikan penjelasan secara langsung. Mungkin bapak ibu kalau buka TikTok ada itu saya yang berbicara masalah penjarahan di supermarket,' jelasnya.
Di sisi lain, ia mencatat banyak komentar negatif mengenai penanganan yang sedang dilakukan. 'Sebagian kalau di situ yang suka 10 ribu yang 5.000 menghujat, jadi menghujat kami dan penanganan,' tutupnya.
Meski menghadapi berbagai kritik, Suharyanto menyatakan bahwa banyak dukungan juga datang dari masyarakat yang memahami kondisi darurat. 'Tapi kami masih optimis karena yang mendukung masih banyak daripada memberikan koreksi yang negatif,' katanya.
Oleh karena itu, pihak BNPB berkomitmen untuk terus memaksimalkan penanganan bencana yang terjadi, termasuk banjir yang melanda daerah tersebut.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: