Banjir dan Longsor Serang Sumatera: 72 Korban Jiwa Teridentifikasi
Bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mengakibatkan 72 korban jiwa, menurut laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Angka tersebut mencakup mereka yang hilang serta tersebar di beberapa lokasi.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa laporan terbaru ini diperoleh dari informasi resmi berbagai daerah yang terpengaruh bencana.
Di Sumatera Utara, total 57 orang dilaporkan meninggal akibat bencana ini, berdasarkan laporan dari Bupati Tapanuli Tengah pada Kamis (27/11).
Abdul Muhari mengatakan, "Secara total kumulatif di Sumatera Utara, di Tapanuli Tengah itu ada 34 meninggal dunia, Tapanuli Selatan ada 13, Pakpak 1, Tapanuli Utara 3, dan Humbang Hasundutan ada 4."
Kekhawatiran tampak di masyarakat Tapanuli Tengah, di mana 34 orang dilaporkan meninggal dan 33 lainnya dalam status hilang. Situasi ini menyebabkan meningkatnya kepanikan di kalangan keluarga korban yang menunggu kabar.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Di Sumatera Barat, bencana juga memicu keadaan darurat; data dari Wakil Gubernur mencatat empat orang meninggal di Kota Padang dan lima orang di Kabupaten Padang Pariaman. Total korban jiwa di provinsi ini mencapai sembilan orang.
Dampak dari bencana ini sangat signifikan, dengan banyak yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda, memicu keprihatinan di kalangan penduduk.
Sementara itu, di Aceh, enam orang dilaporkan meninggal dan 11 lainnya masih dinyatakan hilang. Korban terpecah di dua kabupaten, yaitu Bener Meriah dan Gayo Luwes, menambah kompleksitas situasi.
BNPB telah merilis rincian terbaru mengenai korban jiwa, yang menunjukkan total enam orang meninggal dan 11 masih hilang di Aceh, dengan 57 korban meninggal di Sumatera Utara, sementara di Sumatera Barat total korban jiwa tercatat sembilan orang.
Dampak dari bencana ini sangat parah, mengingat nyawa yang hilang dalam sekejap. BNPB mengharapkan agar langkah-langkah evakuasi dan penanganan segera dilakukan.
Abdul menekankan, "Kami terus memantau perkembangan dan akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak." Keberlanjutan perhatian pemerintah dalam situasi ini sangat vital untuk pemulihan cepat di wilayah yang terkena dampak.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: