Penemuan Mengejutkan: 120 Benda Asing Ditemukan dalam Perut Seorang Pasien di China
Dokter di Tangshan Gongren Hospital, China, berhasil menemukan 120 benda asing dalam perut seorang pria berusia 39 tahun. Pasien ini mengalami keluhan perut membesar dan tinja berwarna hitam, dan memiliki riwayat skizofrenia.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Annals of Medicine and Surgery, menyoroti tantangan dalam penanganan pasien dengan kondisi kesehatan mental yang serius yang dapat mempengaruhi perilaku makan.
Saat tiba di rumah sakit, pasien menunjukkan tanda vital yang stabil, meskipun hasil pemeriksaan darah menunjukkan sedikit peningkatan jumlah sel darah putih. Foto radiografi abdomen menunjukkan banyak benda asing yang tampak buram di dalam lambung.
Dokter yang menangani mencatat, "Meskipun pasien menunjukkan gejala berbicara sendiri, tidak ditemukan adanya perforasi saluran cerna." Ketidaknormalan ini menjadi petunjuk penting dalam penanganan lanjutan.
Setelah pemeriksaan menyeluruh, pasien dirawat selama dua minggu untuk pemantauan ketat, di mana dokter melakukan penanganan psikiatri sambil terus memonitor tanda vitalnya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Setelah adanya perbaikan signifikan pada kondisi mentalnya, operasi dilakukan dan berhasil mengeluarkan lebih dari 120 benda asing. Mayoritas benda yang ditemukan terbuat dari logam.
Dokter melaporkan bahwa prosedur pembedahan "menunjukkan adanya dilatasi lambung, namun tidak ditemukan tumor atau perlengketan." Benda-benda asing tersebut terdiri dari kunci, paku, batang besi, jarum, pemotong kuku, pisau kecil, dan sendok kuping.
Seluruh proses operasi berjalan dengan baik, dan pasien kemudian dipindahkan ke bangsal bedah dalam kondisi stabil, serta diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi.
Setelah enam hari perawatan, pasien akhirnya dipulangkan dan dirujuk ke departemen psikiatri untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter menyatakan bahwa "Ia melaporkan merasa lebih baik dan tidak mengalami nyeri atau ketidaknyamanan perut lagi."
Hasil CT scan ulang menunjukkan bahwa perut pasien sudah bersih dari benda asing. Pasien dianjurkan untuk melanjutkan pengobatan antipsikotik dan melakukan kontrol rutin untuk evaluasi kesehatan mental.
Kasus ini memberikan gambaran lebih luas tentang tantangan yang dihadapi individu dengan kondisi mental yang serius, terutama terkait dengan perilaku makan yang tidak lazim.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: