Tragedi Kebakaran di Hong Kong Hancurkan Hidup Pekerja Migran Indonesia
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengumumkan bahwa dua Warga Negara Indonesia tewas dalam kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court, Hong Kong, pada Rabu lalu.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Kebakaran yang memicu kepanikan ini telah menyebabkan setidaknya 36 korban tewas, sementara banyak lainnya mengalami luka-luka dan hilang.
Kebakaran yang terjadi di Wang Fuk Court, Tai Po, memicu kekhawatiran akan keselamatan penghuni setempat. Laporan awal dari kepolisian Hong Kong menunjukkan bahwa setidaknya 36 orang, termasuk satu petugas pemadam kebakaran, kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini.
Sementara itu, sebanyak 279 orang dilaporkan hilang, dan 29 lainnya dirawat di rumah sakit dengan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis. Kebakaran ini menjadi salah satu kejadian paling memilukan di daerah padat penduduk itu.
Tujuh blok apartemen terkena dampak kebakaran dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. John Lee Ka-chiu, Kepala Eksekutif Hong Kong, menyatakan bahwa tiga blok tampak gelap dari luar akibat kebakaran yang parah.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong segera mengambil langkah untuk memberikan dukungan kepada warga negara yang terdampak. Semua korban, baik yang tewas maupun yang terluka, diketahui adalah Pekerja Migran Indonesia di sektor domestik.
KJRI Hong Kong telah menyediakan tempat singgah sementara di gedung konsulat serta logistik bagi WNI yang terkena imbas insiden ini. Selain itu, mereka terus berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk penanganan lebih lanjut.
Kemlu RI juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga para korban untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan informasi terkait proses penanganan selanjutnya.
Konsulat terus berkoordinasi dengan agen penyalur ketenagakerjaan untuk mengurus repatriasi jenazah dan hak-hak para korban. Situasi ini menarik perhatian besar dari masyarakat luas, tidak hanya keluarga korban.
Lebih dari 140 mobil pemadam kebakaran dan 800 petugas pemadam serta paramedis dikerahkan untuk menangani kebakaran. Pemantauan dengan drone juga dilakukan untuk memastikan situasi terkendali.
Reaksi dari media lokal menunjukkan bahwa kejadian ini memberikan dampak mendalam terhadap populasi pekerja migran di Hong Kong, menyoroti tantangan yang dihadapi mereka.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: