Penjelasan Fenomena Meteor Jatuh di Cirebon dan Dampaknya
Pada Minggu, 5 Oktober 2025, dentuman keras mengejutkan warga Cirebon, menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Pakar dari Observatorium Bosscha, Agus Triono Puri Jatmiko, menjelaskan bahwa suara tersebut diduga disebabkan oleh meteor yang jatuh di Laut Jawa.
Dentuman yang terdengar di Cirebon mirip dengan yang disebut sonic boom. Ini terjadi saat meteor bergerak lebih cepat dari suara, mengakibatkan dentuman ultrasonik yang menggelegar.
Suara ledakan ini juga berasal dari pecahnya material meteor akibat gesekan dengan atmosfer dan suhu tinggi yang dihasilkan selama proses tersebut.
Getaran dari ledakan ini dapat merambat jauh ke permukaan Bumi, menciptakan rasa cemas di kalangan penduduk setempat.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Agus mengungkapkan bahwa meteor yang melintasi langit Cirebon diperkirakan berukuran antara 3 hingga 5 meter. Ini lebih kecil dibandingkan meteor yang melintasi wilayah lain di Indonesia.
Sebagai perbandingan, meteor yang melintasi Bone di Sulawesi Selatan pada tahun 2009 memiliki ukuran 10 meter, sedangkan meteor Chelyabinsk di Rusia pada tahun 2013 mencapai 17 meter.
Agus menegaskan, 'Meteor Cirebon termasuk kecil jika dibandingkan dengan dua kejadian sebelumnya,' jelasnya.
Dampak dari meteor kecil ini di lautan diperkirakan tergolong minimal. Ukuran meteor yang diperkirakan 3-5 meter adalah sebelum memasuki atmosfer, dan begitu menjadi meteor, ukurannya akan menyusut.
Namun, Agus mencatat bahwa potensi bahaya tetap ada. 'Jika meteor ini meledak dengan energi besar dan ketinggian rendah, tentu gelombang kejutnya akan bisa merusak bangunan dan mencederai manusia,' ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kejadian seperti ini sulit diprediksi dan tidak semua asteroid berukuran besar terdeteksi lebih dini, meningkatkan risiko.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: