Studi Menarik: Multi-tasking Dapat Turunkan IQ Sementara
Baru-baru ini, sebuah studi menarik mengungkapkan bahwa kebiasaan multi-tasking yang sering dilakukan bisa menurunkan IQ sementara.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran
Temuan ini mendatangkan perhatian, terutama di tengah dunia yang semakin terhubung dan kompleks.
Multi-tasking adalah praktik melakukan lebih dari satu tugas pada waktu yang bersamaan.
Meskipun banyak orang menganggapnya sebagai kemampuan yang efisien, penelitian menunjukkan bahwa ini mungkin tidak selalu baik untuk otak kita.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of London menunjukkan bahwa seseorang yang terlibat dalam multi-tasking memiliki penurunan IQ setara dengan kehilangan satu malam tidur.
Hasil ini menunjukkan bahwa konsentrasi dapat terganggu, sehingga memengaruhi kinerja mental secara keseluruhan.
Dampak jangka panjang dari kebiasaan multi-tasking ini dapat berbahaya.
Ketika seseorang terbiasa berpindah-pindah tugas, akan semakin sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal, yang dapat berimplikasi pada produktivitas serta kesehatan mental.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: