Mengenal Modus Penipuan Phishing dan Cara Pencegahannya
Modus penipuan phishing semakin meningkat di era digital ini, menargetkan individu untuk mencuri data pribadi mereka. Kejahatan ini dapat berakibat fatal, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi korban.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Masyarakat diimbau oleh OJK melalui akun resmi mereka @kontak157 untuk mengenali ciri-ciri dan langkah pencegahan agar tidak terjebak dalam modus ini. Edukasi tentang penipuan ini sangat penting untuk melindungi diri.
Salah satu ciri utama dari modus phishing adalah penggunaan akun yang menyerupai profil resmi dari suatu institusi. Masyarakat diminta untuk waspada, mengingat akun-akun ini sering kali memiliki kesalahan pengetikan, huruf yang berulang, atau username yang mencurigakan.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun OJK, narator mengingatkan, "Biasanya ada typo, huruf double atau usernamenya aneh. Pokoknya keliatan resmi sih, tapi sebenarnya abal-abal." Hal ini menjadi salah satu tanda-tanda awal untuk mengenali potensi penipuan.
Pelaku penipuan kemudian mengirimkan tautan mencurigakan dengan dalih bahwa akun pengguna terblokir. Tujuannya adalah agar korban mengklik tautan tersebut, yang sebenarnya merupakan jebakan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Berdasarkan informasi dari OJK, ada beberapa tindakan yang harus dihindari untuk mencegah modus phishing ini. Salah satunya adalah mengungkapkan informasi data pribadi kepada pihak manapun, sebab bank tidak pernah meminta data tersebut secara langsung.
Narator dalam video tersebut menyampaikan, "Terakhir, pesannya bikin kamu panik. Misalnya cepat verifikasi sekarang. Itu sebenarnya mereka sengaja untuk bikin kamu nggak mikir." Ini menunjukkan bahwa penipuan bekerja efektif ketika korbannya dalam keadaan panik.
Oleh karena itu, penting untuk tetap tenang dan berpikir kritis saat menerima pesan mendesak. Hindari memberikan data sensitif dan verifikasi permintaan melalui saluran resmi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun-akun yang menyimpan informasi sensitif. Ini menambah lapisan keamanan yang signifikan.
Dalam video yang diperoleh oleh OJK, disarankan juga untuk mengganti password secara berkala, khususnya untuk akun keuangan. "Kemudian, ganti password keuanganmu secara berkala untuk mencegah pembobolan," ujar narator.
Penting juga untuk tidak mendownload aplikasi dari sumber yang tidak resmi, seperti tautan mencurigakan, dan selalu menggunakan platform resmi seperti PlayStore atau AppStore.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: