Fenomena Aliran Sungai Amazon: Menguak Sejarah Geologis yang Menarik
Aliran sungai Amazon, salah satu sungai terbesar di dunia, kini mengalir ke arah sebaliknya dari barat ke timur. Temuan ini mengungkap sejarah geologis yang kompleks mengenai dinamika aliran sungai tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Penelitian yang disampaikan oleh Russel Mappes pada 2006 mengungkap bahwa sungai Amazon sebelumnya mengalir dari timur ke barat. Data yang diperoleh menunjukkan transformasi yang menarik dalam sejarah sungai ikonik ini.
Russel Mappes mempresentasikan hasil penelitiannya yang menunjukkan potongan-potongan kuno batu permata zirkon di sekitar sungai Amazon. Batu-batu ini berasal dari wilayah timur dan menandakan bahwa aliran sungai tersebut berfungsi secara berbeda di masa lalu.
Mappes menjelaskan, "Sepanjang cekungan, usia butiran mineral menunjukkan lokasi spesifik Amerika Selatan bagian tengah dan timur," yang menjadi bukti bahwa kondisi geografis sungai Amazon tidak bersifat statis seiring berjalannya waktu.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Menurut para peneliti, fenomena ini disebabkan oleh kondisi geologis di Amerika Selatan bagian timur laut yang berada pada ketinggian tertentu. Wilayah tersebut terbentuk pada Periode Kreatif antara 65 hingga 145 juta tahun yang lalu.
"Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal," ungkap Drew Coleman, Supervisor Mappes, menjelaskan bagaimana struktur geografis memengaruhi aliran sungai.
Dalam analisis yang lebih lanjut pada tahun 2014, penelitian menggunakan pemodelan untuk menyelidiki efek dari kenaikan permukaan di Pegunungan Andes. Hujan yang terus menerus di daerah tersebut membawa erosi yang signifikan di sekitar sungai.
Proses erosi ini juga berkontribusi pada pembentukan lahan basah Pebas. Sekitar sepuluh juta tahun yang lalu, penumpukan sedimen di lokasi tersebut menaikkan permukaan tanah, yang berpotensi menyebabkan aliran sungai berbalik arah.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: