BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 13:57 WIB

Erupsi Gunung Semeru: Pemicu, Bahaya, dan Langkah Mitigasi

Erupsi Gunung Semeru: Pemicu, Bahaya, dan Langkah MitigasiErupsi Gunung Semeru: Pemicu, Bahaya, dan Langkah Mitigasi

Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Senin pagi, 24 November 2025. Letusan tersebut mengeluarkan asap putih yang mencapai ketinggian antara 500 hingga 1.000 meter.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa asap di kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang. Cuaca saat erupsi berlangsung tampak berawan dan mendung.

Penyebab Erupsi Semeru

Ahli vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Eng Ir Mirzam Abdurrachman, ST, MT, menjelaskan bahwa musim hujan dapat menjadi pemicu erupsi freatik. Ketika air hujan menyerap ke area panas di puncak gunung, air tersebut akan berubah menjadi uap dan meningkatkan tekanan, yang dapat menyebabkan letusan.

Mirzam juga menyoroti bahwa hujan berpotensi membersihkan lapisan abu vulkanik di puncak gunung. Lapisan ini berfungsi sebagai penutup tekanan dari dalam, sehingga saat ia hilang, tekanan di dalam gunung dapat meningkat drastis.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Bahaya yang Muncul Selama Musim Hujan

Mirzam mengingatkan bahaya primer dan sekunder yang dapat terjadi akibat erupsi selama musim hujan. Bahaya utama yang perlu diwaspadai adalah aliran lahar yang dapat mengancam kawasan pemukiman di sekitar gunung, terutama di area sungai yang berkelok.

Dalam analisisnya, Mirzam memperingatkan bahwa lahar yang kental tidak dapat bermanuver dengan baik di tikungan sungai.

Pentingnya Pemantauan dan Mitigasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status siaga untuk Gunung Semeru. Mirzam menekankan pentingnya pemantauan yang ketat terhadap aktivitas vulkanik, termasuk perubahan gas, temperatur, dan deformasi yang terjadi.

Masyarakat di sekitar gunung dianjurkan untuk mengikuti instruksi dari otoritas terkait. Dianjurkan juga untuk menggunakan masker basah untuk meminimalisir dampak dari paparan abu vulkanik.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Erupsi Gunung Semeru: Pemicu, Bahaya, dan Langkah Mitigasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!