Hari Guru Nasional 2025: Meneguhkan Peran Guru dalam Pendidikan
Upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2025 diadakan serentak di seluruh Indonesia dengan tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat." Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menekankan betapa pentingnya peran guru dalam pendidikan.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Dengan keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional, yang bertepatan dengan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pidato resmi tersebut dibacakan di berbagai satuan pendidikan sebagai bentuk penghargaan terhadap guru.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan sejumlah kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan guru di tahun 2025. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) akan memberikan beasiswa senilai Rp3 juta per semester kepada 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D-IV/S1.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta pelatihan terkait Koding dan Kecerdasan Artifisial diusulkan sebagai langkah penting. Selain itu, tunjangan sertifikasi senilai Rp2 juta per bulan akan diberikan kepada guru non-ASN, sementara guru ASN akan menerima tunjangan satu kali gaji pokok.
Tak ketinggalan, pemerintah juga menyediakan insentif sebesar Rp300 ribu per bulan untuk guru honorer. Semua tunjangan dan insentif ini akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru untuk memastikan kesejahteraan mereka meningkat secara signifikan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menjelaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan perlindungan hukum bagi para guru. Dengan nota kesepahaman bersama Kepolisian RI, mekanisme restorative justice diperkenalkan untuk kasus-kasus yang melibatkan guru dalam konteks pendidikan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri guru dalam menjalankan tugas mereka di tengah berbagai tantangan modern. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya guru sebagai agen peradaban yang berkontribusi besar dalam membangun karakter bangsa.
Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan orang tua mengenai jerih payah guru, diharapkan penghargaan terhadap profesi ini semakin meningkat.
Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti mengulang lima nasihat dari Presiden Prabowo Subianto untuk seluruh murid. Nasihat tersebut mencakup ajakan untuk belajar dengan baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman-teman, dan mencintai tanah air serta bangsa.
"Guru adalah kunci masa depan bangsa. Ridha dan doa guru merupakan bekal penting bagi keberhasilan murid," tegasnya. Ini mencerminkan komitmen untuk terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.
Menutup amanatnya, Abdul Mu’ti mengucapkan terima kasih kepada semua guru atas dedikasi mereka. Dia berharap setiap guru dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: