BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 21:34 WIB

Pertemuan Trump dan Wali Kota New York: Usaha Menuju Kolaborasi

Pertemuan Trump dan Wali Kota New York: Usaha Menuju KolaborasiPertemuan Trump dan Wali Kota New York: Usaha Menuju Kolaborasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Wali Kota New York baru terpilih, Zohran Mamdani, di Gedung Putih pada hari Jumat (21/11). Pertemuan ini menjadi titik penting setelah sebelumnya terjadi ketegangan antara keduanya selama kampanye pemilihan wali kota.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Pertemuan berlangsung tertutup di Ruang Oval dan diakhiri dengan pernyataan positif mengenai kerja sama yang mungkin terjalin di masa depan. Baik Trump maupun Mamdani terlihat optimis akan kolaborasi yang bisa dilakukan.

Latar Belakang Ketegangan Antara Trump dan Mamdani

Ketegangan antara Donald Trump dan Zohran Mamdani dimulai sejak awal kampanye pemilihan wali kota New York. Trump, anggota Partai Republik, menyebut Mamdani sebagai 'komunis gila', menunjukkan ketidakpuasan terhadap pencalonan dari Partai Demokrat.

Mamdani, seorang legislator negara bagian dari Queens, berhasil mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kemenangan ini memicu serangan balasan dari Trump di media sosial, di mana ia meremehkan kemampuan serta penampilan Mamdani.

Menjelang pemilihan wali kota yang dijadwalkan pada 3 November, serangan Trump semakin intensif. Ia menyatakan bahwa 'setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani adalah orang bodoh', sebuah pernyataan yang memicu kemarahan di kalangan berbagai komunitas.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Kemenangan Mamdani dan Reaksi Trump

Zohran Mamdani akhirnya terpilih sebagai Wali Kota New York dalam pemilihan yang mendapat perhatian publik luas. Dalam pidato kemenangannya, Mamdani secara tegas menyatakan bahwa kemenangannya adalah simbol kebangkitan politik serta tantangan terhadap retorika Trump.

"Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya," serunya dalam pidato tersebut. Pernyataan ini menggambarkan komitmennya untuk menjadikan New York sebagai rumah bagi semua komunitas.

Mamdani juga menekankan pentingnya keberagaman dan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam perubahan, menegaskan bahwa New York harus merayakan keragaman yang ada.

Transformasi Hubungan Menuju Kolaborasi

Setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump memberikan pujian yang tidak terduga kepada Mamdani. Ia berharap Wali Kota baru ini akan membawa perubahan positif dan memandang tidak ada perbedaan partai dalam kinerja pemerintahannya.

"Saya tetap berharap akan ada seorang wali kota yang hebat," ujar Trump, yang mencerminkan perubahan sikap terhadap Mamdani dan potensi kolaborasi di masa depan.

Mamdani menunjukkan penghargaan atas pertemuan tersebut, menekankan diskusi mengenai isu-isu penting yang harus diperhatikan untuk warga New York. Ia menyoroti ketidakadilan yang dihadapi oleh komunitas-komunitas tertentu di kota.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pertemuan Trump dan Wali Kota New York: Usaha Menuju Kolaborasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!